- sponsor -

China Menolak Cryptocurrency – Mulai hari Senin, 11-10-2021 harga mayoritas dari mata uang kripto yang kapitalisnya pasar besar, justru mulai melemah. Pada sepekan kemarin, 9 dari 10 jenis cruyptocurrency mengalami kenaikan cukup pesat. Hal tersebut karena negara tirai bambu.

Ya, China kembali menolak tegas adanya mata uang kripto di negaranya. Hingga Senin pagi waktu Indonesia harga cryptocurrency malah merosot. Itu telah ditulis berdasarkan data dari CoinMarketCap.

Berdasarkan data tersebut tercatat bahwa 8 dari 10 mata uang kripto berkapitalis pasar besar, pada pukul 09.05 WIB mengalami non-stablecoin. Hanya bitcoin dan riple yang masih berada di zona hijau perdagangan.

Bitcoin Masih Terus Bertahan Meski Jenis Lainnya Turun dan Efek Dari China Menolak Cryptocurrency

Korancrypto - Bitcoin Masih Terus Bertahan Meski Jenis Lainnya Turun dan Efek Dari China Menolak Cryptocurrency

Sepertinya penolakan China yang secara tegas dengan cryptocurrency, tidak begitu terpengaruh dengan bitcoin. Nyatanya, 8 jenis lainnya turun di kapitalis pasar besar, sementara BTC dan riple masih bertahan.

Pada Senin pagi tadi, harga BTC melesai mencapai 2,02% dengan level harganya 55.436,82 US dolar untuk per koinnya. Bila dikurskan dengan rupiah setara dengan Rp. 787.202,844 per koinnya.

Lalu riple juga menguat dengan 0,26% ke level 1,15 US dolar per koinnya. Sementara sisanya diperdagangkan pada zona merah, berikut adalah jenis cryptocurrency yang menurun :

Binance coin melemah hingga mencapai 0,74% Lalu ada Solana yang justru ambles hingga 2,24% Kemudian polkadot 4,58% ini sudah cukup ambruk penurunannya.

Dogecoin yang kemarin naik karena boss Tesla, justru kini ambles hingga 4,3% Kemudian ada ethereum yang mencapai 1,23% Dan terakhir yang mengalami penurunan ada cardano yang merosot sampai 1,44%

Dari data tersebut, sebenarnya cukup disayangkan mengingat sepekan kemarin kebanyakan kripto pada pasar bigcap masih terpantau melesat naik. Hanya cardano, binance koin dan solana yang melemah, hingga sekarang terus merosot.

Seperti yang sudah banyak diprediksi, kripto jumbo, yaitu bitcoin terus melesat naik. Pekan kemarin sudah menjadi pemimpin. Dibuka pekan ini, juga terus naik meski lainnya melemah. Bahkan lonjakannya mencapai 16,04%.

Sedangkan dari sisi paling minor, penguatnya adalah jenis ethereum dengan melesai naik menjadi 2,67%. Data tersebut masih terus berubah. Karena kripto sangat mudah goyah dengan isu, jadi setiap jam data akan diperbarui.

Alasan China Melarang Adanya Mata Uang Kripto

Koran Crypto - Alasan China Melarang Adanya Mata Uang Kripto

Negeri tirai bambu atau China memang selalu ingin berbeda sendiri dan tidak ingin terpengaruh dengan hype dari negara lain. Terbukti pada Senin pagi, China cukup menghebohkan dunia cryptocurrency.

Diberitakan bahwa negeri dengan julukan tirai bambu itu memasukkan kegiatan penambangan kripto masuk dalam daftar industri yang dibatasi bahkan dilarang untuk investasi.

Kemudian, draft tersebut juga melakukan perincian tentang sektor serta industri yang terlarang bagi investor China juga asing. Pemerintah Tiongkok memang sudah bertindak tegas dan melarang adanya penambangan kripto di tahun 2021 ini.

Bahkan pada bulan lalu, Bank Central China juga telah memberantas habis aktivitas cryptocurrency yang ilegal. Jadi, tidak ada alasan lagi warga sana melakukan kegiatan yang berkaitan dengan berbagai jenis kripto.

Di dalam perencanaan negara juga mengatakan bahwa dari pihaknya telah menghentikan investasi non-publik ke dalam kegiatan penerbitan. Itu termasuk pada siaran langsung, penerbitan berita, pengeditan serta entitas penyiaran.

Meski Tiongkok menolak habis-habisan, bitcoin masih terus bertahan kuat hingga lebih dari 2%. Itu juga berkat optimisme para investor bitcoin.

Jika negara Tiongkok melarang adanya mata uang kripto dan segala yang berkaitan dengan hal tersebut, justru Amerika tidak punya niat melarang adanya cryptocurrency di AS. Hal tersebut sudah dinyatakan pada pekan lalu oleh Gary Gensler.

Gary Gensler sendiri adalah Chairman Securities and Exchange Commission (SEC). Ia mengatakannya langsung di hadapan DPR saat ditanya media, tentang tanggapan larangan kripto di China.

- sponsor -