//China Dukung Kota Blockchain di Malaysia
kota blockchain di malaysia

China Dukung Kota Blockchain di Malaysia

[Total: 1    Average: 4/5]

Korancrypto.com – Pemerintah China dukung kota blockchain di Malaysia. Rencananya kota blockchain ini akan dibangun di jalur pelayaran selat Malaka yang di umumkan pada 26 April.

Perusahaan konstruksi dan teknik Wuyi dari China dan juga jaringan investasi SWT International Sdn Bhd bersama-sama akan meluncurkan proyek yang di dukung penuh oleh pemerintah China yang bertujuan untuk membangun kota Malaka untuk dijadikan kota blockchain. Para pendiri proyek berencana untuk mengumpulkan $ 120 Juta atau sekitar 1.7 Trilliun rupiah untuk tahap awal.

Per rilis, semua infrastruktur kota akan didasarkan pada teknologi blockchain, dengan platform DMI yang akan menawarkan koin DMI. DMI akan digunakan sebagai alat pembayaran yang disediakan oleh pemerintah dalam kota dan juga menyediakan pertukaran yang memungkinkan wisatawan kota Selat melaka untuk menukarkan mata uang fiat ke koin DMI tersebut.

CEO proyek Lim Keng Kai mengatakan bahwa “perusahaan kami menggunakan teknologi blockchain yang mutakhir dan mengintegrasikannya kedalam industri tradisional untuk menjadikan Malaysia sebagai salah satu tujuan wisata kelas dunia. Pemerintah lokal juga sudah menyetujui proyek kami dan rencana hebat kami ini.

Kenapa China Malah Mendukung kota blockchain ?

Seperti yang kita ketahui kalau bicara soal crypto maka negara China merupakan salah satu negara yang sangat sensitif, tetapi China sebenarnya telah memperluas kehadirannya di kawasan pasifik melalui investasi di bidang infrastruktur dan kota. Dalam tujuh tahun terakhir, China telah mengeluarkan $ 6 Milliar atau setara 85 Trilliun rupiah kepada Port Moresby, Papua Nugini yang kaya akan sumber daya alamnya.

Bulan Juni lalu, Kores Selatan juga mengumumkan akan meluncurkan pusat blockchain di kota Busan yang meniru konsep Crypto Valley yang berbasis di Zug. Zug sendiri adalah sebuah asosiasi independen yang didirikan untuk pengembangan cryptocurrency dan blockchain yang di dukung penuh oleh pemerintah Swiss.

Pada Bulah Februari, Liberstad kota otomom Norwegia mengadopsi mata uang digital ke platform kota pintar bertenaga blockchain sebagai alat pertukaran resmi. Kota Swasta, anorkokapitalis tersebut didirkan pada tahun 2015 sebagai bagian dari proyek Libertania untuk menghindari peraturan dan pajak pemerintah.

Semoga kedepannya banyak negera yang sadar dan kota blockchain akan mulai tercipta diseluruh negera di dunia, sehingga masa depan blockchain akan semakin cerah kedepannya. Bagaimana menurut anda tentang negara China dukung kota blockchain di Malaysia ?

Baca Juga : China Akan Tutup Pertambangan Bitcoin