Thursday, July 29, 2021
Home Blog

Pasar Kripto Global Memimpin Reli Aset Sepekan Terakhir

0
Pasar Kripto Global Memimpin Reli Aset Sepekan Terakhir
Pasar Kripto Global Memimpin Reli Aset Sepekan Terakhir

Pada perdagangan Senin 26 Juli 2021 pagi, terlihat sejumlah Pasar Kripto Global serempak mengalami penguatan. Bitcoin begitu menguat hingga sebesar 4,83 persen dalam 24 jam terakhir ini dengan harga senilai 36.756 US dollars per koin.

Adapun untuk transaksi selama sepekan terakhir ini, bitcoin mengalami kenaikan hingga 13 persen. Kemudian disusul juga oleh ethereum dengan jumlah 2,77 persen ke level 2.230 US dollars. Selama seminggu terakhir ini, total reli yang diraih oleh ethereum sebanyak 18%.

Dogecoin yang kemarin sempat melemah, kini mulai naik hingga 4,08 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir ini atau sekitar 11,39 persen selama seminggu terakhir ini. Doge coin ini dijual dengan harga 0,201 US dollars tiap koinnya.

Hampir Seluruh Pasar Kripto Global Mengalami Kenaikan

Hampir Seluruh Pasar Kripto Global Mengalami Kenaikan

Bila dihitung secara keseluruhan, pasar kripto global kapitalisasi terbesar naik sampai 2,42 persen setara dengan 1,44 US triliun. Semenjak menurun pada beberapa minggu terakhir ini, aset kripto pun kembali lagi naik dalam beberapa hari terakhir ini.

Dalam waktu bersamaan, Elon Musk selaku pendiri Tesla dan SpaceX mengaku bahwa dirinya sudah berinvestasi ke dalam dogecoin, bitcoin dan juga ethereum. Selain itu juga, dua perusahaan yang ia kelola pun memiliki investasi untuk mata uang kripto bitcoin.

Keterangan ini langsung dijelaskan oleh Musk dalam acara The B Word, pada hari Rabu 21 Juli 2021 lalu. Dalam acara tersebut bertujuan untuk segera menjelaskan bagaimana perusahaan bisa merangkul mata uang kripto.

Yang juga dihadiri oleh CEO Twitter dan Square Jack Dorsey serta CEO Ark Invest Cathie Wood. Terlepas dari semua masalah uang kripto yang selalu ia angkat ke public.

Elon Musk tidak malu mengakui jika sebagian dari kesuksesan yang telah diraih berasal dari kinerja mata uang kripto. Hal ini dikarenakan ia selalu berharap melihat bitcoin berhasil naik secara perlahan.

Bitcoin Memimpin Hingga Tembus ke 700 miliar dollar

Bitcoin Memimpin Hingga Tembus ke 700 miliar dollar

6 mata uang kripto kapitalisasi pasar sudah bertambah dengan signifikan, Pasaran bitcoin ini sudah di kisaran 700 miliar US dollar dari sebelumnya yang hanya sekitar 400 miliar US dollars saja.

untuk sepekan terakhir ini bitcoin mampu memimpin di urutan pertama dengan torehan sebanyak 20 persen. Seminggu ini, pasar kripto telah meroket cukup tajam, Naiknya kembali kripto dalam waktu seminggu terakhir ini dikarenakan reli bitcoin dan juga mata uang kripto lainnya dimulai pada hari Rabu 21 Juli 2021 lalu. Kenaikan dari harga bitcoin di hari Minggu 25 Juli 2021 lalu.

Hal ini juga menjadi perwakilan dari kenaikan harian terbesar selama lebih dari enam minggu ini. Kendati pun dari kabar baik ini, beberapa para analis pun sudah memprediksi bila penurunan bitcoin dan juga pasar mata uang kripto lainnya masih belum berakhir.

‘’Bitcoin ini bergerak oleh sentiment dan juga minat pada risiko pelaku pasarnya. Saat aset ini bergerak oleh faktor tersebut akan mulai menurun, maka selanjutnya pun akan lebih mudah untuk menurun kembali,’’ jelas Peter Hank seorang analis di DailyFX.

WJS juga mengutip dari Visual Capitalis menjelaskan sejak tahun 2021 ini, bitcoin telah mengalami 14 kali aksi jual yang mana membuatnya pun terus menurun hingga 30 persen.

Enam kalinya turun sebanyak 50 persen hingga tiga kali melebihi dari 80 persen. Semakin seringnya bitcoin menurun, maka harga bitcoin pun cenderung akan datar dalam kurun waktu yang cukup panjang.

- sponsor -

Kripto Bangkit, Bitcoin Cetak Rekor Peningkatan Hingga 12%

0
Kripto Bangkit, Bitcoin Cetak Rekor Peningkatan Hingga 12%
Kripto Bangkit, Bitcoin Cetak Rekor Peningkatan Hingga 12%

Kripto Bangkit Sepanjang satu tahun terakhir, mata uang kripto semakin populer keberadaannya di Indonesia dan dunia internasional. Banyak yang menjadikan mata uang kripto sebagai aset untuk berinvestasi dengan gaya baru.

Menurut data dari Kementerian Perdagangan per bulan Mei 2021, jumlah investor kriptodi Indonesia sudah menyentuh 6,5 juta orang. Terjadi peningkatan sekitar 50 persen sejak tahun 2020 lalu.

Setiap harinya kripto memberikan kejutan menarik terkait harga jual belinya. Per hari Senin kemarin harga mayoritas mata uang kripto memiliki kinerja positif pada pagi hari waktu Indonesia.

Kripto sudah mengalami peningkatan signifikan semenjak sepekan terakhir. Menurut data dari CoinMarketCap, ke-enam kripto dengan kapitalisasi terbesar kompak bergerak kea rah positif dan menguat dengan cepat.

Tidak ada yang menandingi, Bitcoin memimpin penguatan kripto. Tidak tanggung-tanggung, peningkatannya mencapai angka 11,85 persen menuju level harga US$ 38.035,01 setiap koinnya atau setara dengan Rp 551.507.645 per koinnya.

Kabar Tentang Kripto Bangkit

Kabar Tentang Kripto Bangkit

Tidak hanya kripto berjenis Bitcoin yang mengalami peningkatan, jenis lainnya yang melonjak ialah Ethereum. Peningkatannya mencapai angka 7,09 persen menuju level US$ 2.297,14 setiap koinnya.

Sementara itu jenis lainnya yang mengalami peningkatan ialah Binance yang meningkat ke angka 7,66 persen menuju level harga 319,76 setiap koinnya atau setara dengan Rp 4.636.520 per koinnya.

Peningkatan lainnya juga terjadi pada kripto Cardano yang terbang ke level harga US$ 1,31 setiap koinnya. Harga ini setara dengan Rp 18.995 setiap koin yang terjual.

Jenis lainnya yang mengalami peningkatan yaitu kripto Ripple yang melesat ke angka 7,43 persen menuju level US$ 0,6437 setiap koinnya. Harga ini setara dengan Rp 9.334 setiap koinnya.

Jenis kripto terakhir yang mengalami peningkatan yaitu koin digital Dogecoin. Doge mengalami peningkatan hingga 8,22 persen ke level harga US$ 0,2083 setiap koinnya atu setara dengan Rp 3.020 setiap koinnya.

Keenam kripto ini memiliki kapitalisasi pasar yang bertambah cukup signifikan. Dimana, kapitalisasi pasar dipimpin Bitcoin yang semula menyentuh US$ 400 miliar kini sudah berada di angka US$ 700 miliar.

Bitcoin Banyak Mencuri Perhatian Investor

Bitcoin Banyak Mencuri Perhatian Investor

Pada peningkatan level harga kripto masih dipimpin oleh kripto Bitcoin yang melesat tinggi. Bitcoin berhasil meroket dalam sepekan terakhir dengan menyentuh peningkatan mencapai 20 persen.

Peningkatan kripto dalam sepekan terakhir karena adanya reli Bitcoin dan kripto lainnya. Kenaikan Bitcoin pada hari Minggu kemarin mewakili nilai kenaikan harian tunggal terbesar lebih dari enam minggu.

Meskipun sudah ada sinyal hijau terkait peningkatan Bitcoin, beberapa analis masih memprediksi adanya kemerosotan di pasar kripto. Bitcoin disebut naik karena sentimen dan minat terhadap risiko pelaku pasar.

Peter Hank seorang analis di DailyFX menyebutkan bahwa ketika aset digerakkan oleh faktor sentimen, maka kemungkinan akan menurun. Beliau juga menyebutkan kedepannya juga lebih mudah mengalami kemerosotan.

Pernyataan ini terbukti dengan anjloknya harga Bitcoin pada pekan lalu menyentuh level harga US$ 30.000. Bitcoin disebutkan sudah mengalami 14 aksi jual yang membuatnya anjlok hingga 30 persen.

Bahkan Bitcoin bisa anjlok sebesar 50 persen sebanyak enam kali, tiga kali anjlok lebih dari 80 persen. Jika nilai Bitcoin semakin anjlok, maka setelahnya akan cenderung mendatar dalam waktu panjang.

Rekor terbaik dan tertinggi yang diciptakan oleh Bitcoin pada Desember 2017 lalu menyentuh angka US$ 19.458 setiap koinnya. Kurang dari dua bulan setelahnya mengalami penurunan hingga 70 persen.

Bitcoin bisa bangkit dari kemerosotannya pada 2020 lalu setelah melewati rekor tertinggi tersebut. Kemudian terus melesat hingga mencapai angka US$ 64.899,97 per koinnya pada 14 April lalu.

- sponsor -

Pasar Kripto Mulai Naik, Hanya Dogecoin Tampak Turun

0
Pasar Kripto Mulai Naik, Hanya Dogecoin Tampak Turun
Pasar Kripto Mulai Naik, Hanya Dogecoin Tampak Turun

Cryptyocurrency atau harga dari Pasar Kripto Mulai Naik perlahan – lahan dan kembali menguat pada perdagangan di hari Sabu 24 Juli 2021 waktu Indonesia. Berdasarkan pada data resmi langsung dari CoinMarketCap.

Dari keenam kripto kapitalisasi terbesar non stablecoin ini, hanya ada koin digital Degoin yang terlihat mengalami penurunan pada sore hari, yakni sekitar 0,14 persen ke level dengan harga 0,1941 persen atau serata dengan uang Rp.2.813 tiap koinnya.

Untuk sementara itu, kelima sisanya masih tampak bergerak pada zona hijau tepat sore harinya. Terlihat bitcoin melonjak hingga 4,22 persen ke level 33.831 US dollars atau setara dengan uang Rp.490.217.421 setiap koinnya.

Koin digital ethereum melesat hingga 3,48 persen ke level 2.125 US dollars atau setara sekitar Rp.30.937.454. Berikutnya adalah binance coin bertambah menjadi 1,93 persen ke level 302,80 US dollars atau setara hingga Rp.438.572 per koinnya.

Ada juga koin Cardano naik hingga 2,32 persen ke level 1,22 persen tiap koinnya setara dengan Rp.17.678, serta Ripple tampak naik hingga 2,03 persen US dollars atau Rp.8.848 per koinnya.

Pasar Kripto Mulai Naik Perlahan, Meskipun Banyak Masalah Menanti

Pasar Kripto Mulai Naik Perlahan, Meskipun Banyak Masalah Menanti

Mata uang kripto dengan pasar terbesar selama hari Selasa 20 Juli 2021 lalu ini tampak begitu menurun hingga ke level 30.000 US dollars per koinnya, sebelumnya pun pelan – pelan mulai naik kembali.

Kendati pun demikian adanya, ternyata banyak juga para analis yang memprediksi bitcoin kembali merosot dan juga pasar kripto masih belum berakhir untuk saat ini.

‘’Bitcoin akan digerakkan oleh beberapa sentiment dan juga minat terhadap risk appetite atau risiko para pelaku pasar modal. Pada saat suatu aset ini digerakkan oleh faktor tersebut.

Maka mulailah terjadi penurunan, jadinya kedepannya pun akan lebih mudah lagi mengalami penurunan signifikan,’’ jelas Peter Hank selaku analis dari DailyFX, seperti yang telah dilansir oleh Wall Street Journal atau WJS pada akhir bulan Juni lalu.

Pernyataan analis dari Hank ini pun terbukti dengan bitcoin mulai jatuh lagi ke bawah 30.000 US dollars pada akhir pekan ini. WJS ini mengutip Visual Capitalis yang menyebutkan sejak tahun 2021 ini.

Bitcoinpun telah mengalami sebanyak 14 kali aksi jual yang mana membuatnya pun terus menurun sampai 30 persen, enam kali lebih turun 50 persen dan juga tiga kali ambrol sekitar lebih dari 80 persen.

Harga Bitcoin Stabil, Tidak Naik maupun Turun

Harga Bitcoin Stabil, Tidak Naik maupun Turun

Semakin jauh jatuhnya bitcoin ini, maka harganya pun bakalan lebih mendatar dalam waktu yang relatif panjang atau pun biasanya dikenal dengan istilah crypto winter. Pada akhir bulan Desember 2017 lalu.

Bitcoin ini mampu mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah hingga 19.458 US dollars per koinnya, namun 2 bulan berikutnya justru jatuh sekitar 70 persen. Lalu, bitcoin pun mengalami crypto winter.

Di akhir bula Desember 2018 lalu, bitcoin ternyata mampu menyentuh sekitar 3.201 US dollars, dari sebelumnya rekor tertinggi sekitar 84 persen. Bitcoin pun ternyata mampu bangkit lagi dan menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarahnya pada akhir tahun 2020.

Dan juga terus melonjak tajam berkali lipat memecahkan rekor tertinggi pada bulan April lalu sekitar 64.889 US dollars per koinnya. Hank sudah memprediksi bila bitcoin ini bisa saja menurun sampai ke 20.000 US dollars per koinnya, dan jikalau level ini ditembus maka bitcoin bisa terjadi crypto winter lagi.

- sponsor -

Pencipta Dogecoin Menyesal Telah Menciptakan Mata Uang Kripto

0
Pencipta Dogecoin Menyesal Telah Menciptakan Mata Uang Kripto
Pencipta Dogecoin Menyesal Telah Menciptakan Mata Uang Kripto

Salah satu dari pencipta Dogecoin sempat membuat pernyataan cukup mengejutkan sejumlah pihak dalam utas panjang di akun sosial media Twitter-nya. Ia juga menilai bahwa sistem dari uang kripto sudah dibajak.

Juga berperan penting untuk memperkaya para pengumpul pajak. Jakson Palmer, salah satu dari pendiri mata uang kripto Dogecoin yang berasal dari Australia.

Sangat jarang sekali ia tampak muncul di sosial media terhitung sejak mencela hasil ciptaannya sendiri. Pada saat itu, ia juga mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan mata uang kritpto setelah harga Dogecoin untuk pertama kalinya meroket begitu tinggi.

Pencipta Dogecoin Lama Tidak Pernah Terdengar Kabarnya 

Pencipta Dogecoin Lama Tidak Pernah Terdengar Kabarnya 

Memang sudah begitu lama Jackson Palman tidak terdengar kabarnya, baru – baru ini ia pun sempat membuat pernyataan yang cukup mengejutkan seluruh dunia. Melalui utas di sosial media Twitter yang sudah diunggah pada 14 Juli 2021 lalu.

Ia pun menyebutkan bahwa mata uang kripto ini hanya akan memberikan keuntungan kepada orang kaya serta menghindarkan mereka dari kewajiban untuk membayar pajak. Tentu saja cuitannya pun viral di dunia maya lho.

‘’Saya kerap kali ditanya apakah bakal kembali lagi ke dunia kripto ataukah tidak, atau mungkin akan memberikan sedikit pandangan mengenai topic tersebut. Jujur sepenuh hati, saya akan menjawab tidak akan balik. Saya segera menjelaskan alasan lengkap di sini,’’ inilah cuitan pembuka yang Palmer unggah.

‘’Setelah saya bertahun – tahun mendalami bidang satu ini, sekarang sudah yakin bila mata uang kripto sudah menjadi teknologi hyper kapitalis yang diciptakan ternyata hanya akan menambahkan kekayaan dari para penggunanya saja, karena mereka bisa menghindari pajak, kurangnya pengawasan dari regulator keuangan setempat, serta terjadi kelangkaan paskokan yang sudah dipaksakan.’’ Jelas cuitannya.

Ketika artikel ini sudah dilansir, tampak kapitalisasi dari pasa Dogecoin ini mampu berada pada kisaran puluhan miliar Dolar. Harga ini pun tidak diduga – duga, karena Palmer hanya iseng saja saat menciptakan Dogecoin tersebut.

Tidak Pernah Menyangka Bisa Meningkat Tajam

Tidak Pernah Menyangka Bisa Meningkat Tajam

Palmer adalah seorang pebisnis dan juga ahli dalam bidang teknologi yang sudah lama aktif di dunia kripto jauh sebelum menciptakan koin digital tersebut bersama dengan temannya.

Ia pun sudah sadar ada yang tidak beres dengan harga Dogecoin yang sempat menyentuh angka 2 miliar dollars atau sekitar 29 triliun rupiah pada tahun 2018 lalu.

Palmer pun sempat menuangkan seluruh pemikirannya ke dalam artikel Motherboard. ‘’Di tahun 2013, visi seputar masa depan uang kripto masih sangat relatif sederhana,’’ tulisnya dalam artikel tersebut.

Pada saat itu, Palmer juga berucap ‘’masih belum bisa memprediksi apakah perkembangan terbaru ini merupakan jalan terakhir bagi mata uang kripto.’’ Pemikirannya ini pun tampak sudah berubah karena ia sekarang sudah membenci para pemain di bursa kripto.

Pencipta Dogecoin ini pun mengkritik dunia kripto ini sudah banyak penggemar koin digital dan berusahan melegitmasikan industri dan berhadapan langsung dengan mafia kelas kakap. Pengelola investasi global juga mengelola Bitcoin dan juga Ethereum.

Sementara itu juga, peruntungan ini pun ditentukan oleh pasar yang tidak memiliki regulasi, di mana koin baru ini pun selalu bermunculan setiap harinya dengan pendiri yang tidak jelas serta memberikan janji kekayaan melalui sistem rumit sekali.

Anggapan ini pun bahwa uang kripto adalah respon sayap kanan pada sistem keuangan yang selama ini dengan berbagai macam kritik sudah dijelaskan pada tahun sebelumnya. Kembalinya ia di sosial media ini pun untuk menyampaikan berbagai macam pendapat serta memperkuat kritis.

- sponsor -

Harga Mata Uang Cryptocurrency Mulai Melesat Naik, Kabar Gembira !!

0
Harga Mata Uang Cryptocurrency Mulai Melesat Naik, Kabar Gembira !!
Harga Mata Uang Cryptocurrency Mulai Melesat Naik, Kabar Gembira !!

Pada hari Kamis 22 Juli 2021, harga mata uang Cryptocurrency atau dikenal dengan kripto berhasil masuk kembali ke zona hijau, kenaikanya dimulai sejak hari Rabu 21 Juli 2021.

Berdasarkan data CoinMarketCap, enam buah kripto terbesar serempak masuk lagi ke dalam zona hijau. Ethereum sebagai koin digital kapitalisasi pasar terbesar nomor dua  memimpin pada penguatan pagi hari ini, yaitu melonjak tajam hingga 10,68 persen ke level 1.978 US dollars per koinnya atau setara dengan Rp. 28.665 setiap koinnya.

Sementara itu kripto kapitalisasi terbesar pertama, yaitu Bitcoin mampu melesat hingga 7,1 persen ke 31.929 US dollars per koin atau setara dengan Rp. 462.654.977 tiap koinnya.

Harga Mata Uang Cryptocurrency Perlahan Mulai Naik Kembali

Harga Mata Uang Cryptocurrency Perlahan Mulai Naik Kembali

Pada 21 Juli 2021 lalu, Bitcoin dan juga cryptocurrency yang lainnya pun perlahan mulai kembali pulih lagi. Hal ini disebabkan setelah aksi jual yang sudah terjadi sebelumnya.

Sehingga menyebabkan harga Bitcoin dan juga mata uang kripto lainnya pun melemah sekitar tiga hari berturut – turut. 20 Juli 2021 lalu, pasar mata uang kripto mengalami penjualan yang cukup signifikan.

Yakni Bitcoin turun hingga 30.000 US dollars atau pada kisaran level 29.000 US dollars untuk kali pertamanya sejak tanggal 22 Juni bulan lalu. Sebelumnya, penurunan pun sudah terjadi.

Diakibatkan oleh jaksa agung New Jersey mengeluarkan surat penghentian kepada perusahaan pemberi pinjaman kripto BlockFi, yang mana pihak jaksa sudah memberikan perintah untuk segera berhenti menawarkan rekening berbunga.

Alasan rebound atau masuk ke zona hijau lagi pada hari Rabu lalu, masih belum diketahui secara jelas. Mata uang kripto kerap kali mengalami perubahan harga yang cukup parah.

Seperti bitcoin yang pernah menyentuh level tertinggi sepanjang sejarahnya sekitar 65.000 US dollars pada bulan April lalu, kemudian beberapa bulan berikutnya pun, nilai dari bitcoin ini sudah tergerus setengahnya.

Harga Kripto Ethereum Melonjak Tajam

Harga Kripto Ethereum Melonjak Tajam

Sementara itu juga, untuk harga Ethereum ini sempat meroket hingga 1,5 persen pada hari Rabu sore. Hal ini disebabkan CEO Tesla, Elon Musk telah menjelaskan bahwa dirinya mempunyai beberapa mata uang kripto.

Termasuk di dalamnya adalah bitcoin dan juga dogecoin, dalam acara online The Word. Kabar lainnya, Vijay Ayyar selaku kepala pertukaran dari mata uang kripto di Asia Pasifik.

Luno menjelaskan bahwa rebound dari pasar kripto di hari Rabu ini kemungkinan besar merupakan bentuk dari dead cat bounce. Dead cat bounce in merupakan bentuk analisis teknikal yang sudah menunjukkan berlanjutnya trend dari penurunan harga.

Suatu aset bisa dikatakan mengalami dead cat bounce ini saat harganya merosot begitu tajam, lalu perlahan – lahan mulai kembali lagi naik untuk bangkit. Namun, selanjutnya justru malah menurun lagi.

Seperti di China, pihak yang berwenang sudah berusaha untuk membatasi penambangan mata uang kripto. Sementara di Inggris dan sebagian besar Negara di Eropa juga menghadapi tekanan yang sama bagi perusahaan pertukaran kripto binance.

- sponsor -

Aset Uang Kripto Mulai Dilirik Deretan Tokoh Dunia, Intip Yuk Siapa Aja ?!

0
Aset Uang Kripto Mulai Dilirik Deretan Tokoh Dunia, Intip Yuk Siapa Aja ?!
Aset Uang Kripto Mulai Dilirik Deretan Tokoh Dunia, Intip Yuk Siapa Aja ?!

Cryptocurrency atau harga mata uang kripto dalam beberapa bulan terakhir ini cenderung mengalami pelemahan. Pada perdagangan di hari Senin pagi 19 Juli 2021 lalu waktu Indonesia, aset uang kripto ini kembali masuk ke dalam perdagangan zona merah.

Berdasarkan data resmi CoinMarketCap, total 10 kripto kapitalisasi terbesar, hanya terdapat tiga kripto saja yang mampu bertahan pada zona hijau.

Ketiganya ini merupakan koin digital jenis stablecoin, di antaranya adalah USD Coin, Tether dan juga Binance USD. Kemudian, disusul dengan bitcoin yang merosot 1,82 persen ke level harga sekitar 31.613 US dollars per koinnya atau setara dengan 458,07 juta rupiah per koin.

Harga paling tinggi Bitcoin adalah di tanggal 16 April 2021 lalu, sempat menyentuh sekitar 917 juta rupiah per koinnya, sekarang makin melemah mencapai 50 persen atau dikatakan terus menurun.

Inilah Deretan Tokoh Dunia yang Telah Terjun ke Aset Uang Kripto

Inilah Deretan Tokoh Dunia yang Telah Terjun ke Aset Uang Kripto

Kendati pun demikian, nyatanya daya tarik dari aset digital satu ini sepertinya tidak bisa memudar begitu saya. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya para tokoh publik, selebriti hingga miliarder pun turun serta untuk melakukan investasi pada aset uang kripto. Berikut ini adalah daftar tokoh publik yang sudah membeli atau pun memiliki aset uang kripto.

Elon Musk

Elon Musk

Elon Musk seseorang yang paling berpengaruh dalam komunitas kripto. Walaupun pada kenyataannya ia juga sering mengejek koi kripto jenis tertentu melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Harga bitcoin puin sempat melonjak hingga 25 persen. Hal ini disebabkan Elon Musk sempat menyematkan kata ‘’#Bictoin’’ tepat di bio akun Twitter miliknya. Selain itu juga, perusahaan miliknya, Tesla, resmi mengumumkan melakukan pembelian bitcoin senilai 1,5 miliar US dollars.

Sebelum ia menjual sebagian aset kepemilikannya dengan alasan tertentu. Sejauh yang sudah diketahui oleh publik, ia secara pribadi mempunyai 0,25 bitcoin, yang mana diberikan oleh seorang teman dulunya.

Jack Dorsey

Jack Dorsey

Jack Dorsey selaku CEO Twitter dan Square merupakan investor yang juga penggemar berat dari bitcoin. Pada tahun 2017 lalu, ia memutuskan untuk ikut serta dalam pembelian dan penggunaan dari aset uang kripto.

Dorsey tidak terpengaruh ketika kripto mengalami penurun di tahun 2018, ia menyebutkan jika bitcoin akan jadi mata uang dunia di masa depan, meskipun pada saat itu mata uang digital tersebut sempat berada di titik terendah.

Square yang mana termasuk perusahaan pembayaran miliknya merupakan perusahaan yang pertama kalinya mengadopsi penggunaan dari bitcoin. Selama kuartal pertama di tahun 2021 ini, Square tercatat sudah mendapatkan laba kotor sekitar 75 juta US dollars dari bitcoin.

Mike Tyson

Mike Tyson

Mike Tyson petinju legendaris ini pun dpaat melihat potensi besar dari bitcoin lebih awal dibandingkan para selebritas lainnya, dukungannya pun untuk mata uang kripto ini bermula sejak tahun 2015.

Di tahun yang sama juga, ia bekerja sama dengan produsen ATM bitcoin, Langkah yang akan membuat ATM bitcoin yang sekarang ada di wajahnya. Selain itu juga, ia pun sempat berkolaborasi dengan bitcoin guna meluncurkan dompet bitcoin.

- sponsor -

Pasaran Kripto Hangus 1.421 Triliun Rupiah Dalam Sehari

0
Pasaran Kripto Hangus 1.421 Triliun Rupiah Dalam Sehari
Pasaran Kripto Hangus 1.421 Triliun Rupiah Dalam Sehari

Pasaran Kripto || Pada perdagang di tanggal 22 Juli 2021, tampak harga bitcoin kembali turun di bawah 30 ribu US dollars. Catatan ini ternyata untuk kali pertama terhitung sejak tanggal 22 Juni harga dari crypocurrency terpopuler angkanya di bawah kewajaran.

Melansir dari CNBC Internasional, penurunan dari harga inilah sudah bisa membuat kapitalisasi pasaran mata uang kripto menguap lagi berkisar 98 miliar dollars atau setara dengan 1.421 triliun rupiah selama kurun waktu 24 jam terakhir ini, berdasarkan pada data dari CoinMarketCap.

Harga bitcoin ini mengalami penurunan lebih dari 6 persen, sementara itu untuk ether turun hingga menyentuh 9 persen dan juga XRP tampak merosot tajam sampai 10 persen, ini semua berdasarkan pada data bersumber dari CoinDesk.

Harga Bitcoin Cenderung Tidak Stabil

Harga Bitcoin Cenderung Tidak Stabil

Penurunan harga dari bitcoin ini terjadi setelah aksi menjual secara besar – besaran pada pasar saham global. Pada hari Senin lalu, Dow Jones Industrial Average tampak mengalami hari – hari terburuk, terhitung sejak bulan Oktober tahun lalu.

‘’Ada aksi jual secara luas pada pasaran global, aset ini pun berisiko turun hingga menyeluruh,’’ ungkap Annabelle Huang selaku mitra perusahaan jasa keuangan Amber Group.

‘’Ada rasa khawatir mengenai kualitas dan juga kekuatan untuk pemulihan ekonomi dan juga aset yang berisiko lebih luas dan sekarang menjadi lemah. Ditambah juga dengan pelemahan bitcoin akhir ini, mengirim pasar kripto pun mengalami penurunan yang jauh sekali,’’ tambahnya lagi.

Sejak bitcoin ini pernah menorehkan harga tertinggi sepanjang sejarahnya sekitar 65 ribu US dollars pada pertengahan bulan April, sekarang harganya pun sudah jatuh lebih dari 50 persen. Sementara itu juga, tindakan mengenai aturan di China pada perdagangan dan penambangan aset kripto ternyata berpengaruh besar terhadap harga bitcoin.

China Resmi Melarang Penambangan Aset Pasaran Kripto

China Resmi Melarang Penambangan Aset Pasaran Kripto

Bank Sentral China sudah menyatakan dengan perusahaan keuangan dan juga fintech bahwa tidak ada penawaran layanan yang berkaitan dengan kripto kepada para pelanggan mereka.

China juga resmi melarang pertukaran mata uang kripto lokal di tahun 2017 memaksa mereka untuk segera pindah ke luar negeri. Itu semua pun tidak menghentikan pedagang dari China untuk menjual maupun membeli koin digital tersebut.

Akan tetapi, larangan keras pada tahun ini dari regulator setempat tampaknya menjadi semakin lebih ketat daripada sebelumnya.

‘’Seluruh sinyal merah dikarenakan bitcoin ini terus terbebani oleh adanya larangan kripto utama China dan juga memburuknya situasi ekonomi makro akibat dari pandemi virus corona,’’ jelas Jehan Chu sekali pendiri modal venturan pada perusahaan perdagangan kripto.

Binance selaku pertukaran mata uang kripto terbesar dunia, pada bulan lalu juga dilarang oleh pemerintah Inggris, Kanada, Jepang dan juga Thailand untuk kegiatan yang telah di atur dalam negara tersebut.

‘’Secara umumnya, kami sudah melihat lebih banyak fokus pada regulasi kripto dan juga bitcoin,’’ jelas Vijay Ayyar selaku kepala pengembangan bisnis pada bursa mata uang kripto.

Penurunan harga bitcoin ini pun menjadi sangat penting karena aksi jual lebih rendah pada mengujian level 22 ribu hingga 24 ribu US dollars.

Semenjak itulah bitcoin bisa diperdagangkan dalam kisaran harga tertentu saja. ‘’Saya sudah melihat bitcoin ini antara 20 sampai 40 ribu US untuk sementara waktu saja,’’ jelas Ayyar.

Chu Kinetic Capital juga sudah melihat potensi kedepannya. ‘’Momen pasaran kripto Q1 sudah berhenti dan terancam pembalikan lebih lanjut lagi berpotensi di bawah 25 ribu,’’ jelasnya lagi.

- sponsor -

Aturan Penambangan Cryptocurrency di Negara Membuat Harga Turun

0
Aturan Penambangan Cryptocurrency di Negara Membuat Harga Turun
Aturan Penambangan Cryptocurrency di Negara Membuat Harga Turun

Ada beberapa Negara yang melalui pemerintah setempat pun memulai dengan memperketan aturan Penambangan Cryptocurrency khususnya untuk Bitcoin, seperti halnya Iran dan juga China.

Pelarangan ini pun menjadi pembatasan aktivitas dari penambangan aset kripto, selain itu juga terdapat beberapa iso yang berkaitan erat dengan otoritas moneter sampai dengan pemborosan energi yang diakibatkan oleh kegiatan mining atau penambangan tersebut.

Hal inilah yang membuat seluruh dunia pun bertanya – tanya akan kemana larinya para investor kripto ini mengingat Negara China termasuk dalam pelaku terbanyak di Bitchoin di seluruh dunia. Ada data terbaru dari Universitas Cambridge yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan akan segera menuju ke Amerika Serikat.

Tiongkok Resmi Melarang Penambangan Cryptocurrency

Tiongkok Resmi Melarang dan Buat Aturan Penambangan Cryptocurrency

Universitas Cambridge menjelaskan bahwa sebelum diterbitkannya larangan penambangan aset kripto di China dimulai, ternyata Negara tersebut sudah menyumbang sebanyak 46 persen dari seluruh total hashrate dunia.

Yang merupakan istilah industri digunakan untuk menjelaskan dari aktivitas penambangan Bitchoin. Itu semua berdampak pada penurunan yang begitu tajam dari semula 75,5 persen pada bulan September 2019, dan juga persentase kemungkinannya akan jauh lebih rendah mengingat eksodus yang sekarang ini sedang berlangsung.

‘’500 ribu rig penambang dari China sebelumnya sedang berusaha mencari rumah di Amerika Serikat, Bila mereka semua dikerahkan, itu artinya Amerika Utara akan segera memiliki hampir sebanyak 40 persen dari hashrate dunia tepat di akhir tahun 2022 mendatang.’’ jelas Fred Thiel dikutip dari Marathon Digital.

Amerika Serikat Siap Tambah Kapasitas Penambangan Aset Kripto

Amerika Serikat Siap Tambah Kapasitas Penambangan Aset Kripto

Amerika Serikat menjadi tujuan utama bagi para penambang dunia bitcoin. Negari Paman Sam ini juga menjadi Negara tujuan para penambangan terbesar kedua di dunia, jika terhitung hampir lebih 17 persen dari total seluruh penambang bitchoin di dunia pada bulan April 2021.

Jumlah tersebut langsung meningkat sebanyak 151 persen di bulan September 2020. ‘’Selama kurang  18 bulan terakhir, kami akan mengalami pertumbuhan dari pertambangan di Amerika Serikat, Kami juga melihat berbagai peningkatan besar dalam operasi penambangan yang segera pindah ke Amerika Utara, sebagian besar di Amerika Serikat.’’

jelas Darin Feinstein selaku pendiri Blockcap dan Core Scientific. Selain itu juga, perusahaan besar lainnya seperti Core Scientific pun ingin segera membangun ruang hosting guna menambang kapasitas penambangan yang akan berlangsung.

‘’Sebagian besar dari peralatan baru yang akan diproduksi sejak bulan Mei 2020 sampai Desember 2020 dikirim langsung ke AS dan juga Kanada,’’ tambahnya lagi.

Amerika Serikat disebutkan sudah mempersiapkan infrastruktur penambangan tersebut selama bertahun – tahun. Sebelum para penambang bitcoin ini datang ke sana, perusahaan AS sudah mencoba untuk bertarung dalam perdagangan mata uang kripto.

Pada saat bitcoin ini anjlok pada akhir tahun 2017, tidak ada banyak permintaan untuk menjadi penambang bitcoin. Operator pertambangan di AS melihatnya menjadi peluang dan memakai harga alat tambang yang jatuh untuk segera membangun sebuah peradaban bagi para penambang baru.

“Sebagian besar dari para penambang yang diperdagangkan secara umum mampu mengumpulkan modal untuk melakukan pembelian dalam skala besar,” jelas Mike Colyer selaku CEO perusahaan mata uang digital Foundry.

Bukan hanya itu saja, aktivitas penambangan aset kripto di Amerika Serikat juga akan segera meningkatkan dikarenakan pencairan stimulus selama masa pandemi Covid-19. Dengan adanya aturan pembatasan semua aktivitas ekonomi, uang dana stimulis pun bakalan digunakan guna berinvestasi pada mata uang kripto tersebut.

- sponsor -

Harga Uang Kripto Hampir Semua Mengalami Penurunan

0
Harga Uang Kripto Hampir Semua Mengalami Penurunan
Harga Uang Kripto Hampir Semua Mengalami Penurunan

Sepanjang minggu ini, harga uang kripto terlihat tidak mengalami kenaikan bahkan malah turun drastis. Hal ini pun diimbangi dengan turunnya imbal hasil atau yield obligasi yang mengacu pada pemerintah Amerika Serikat.

Di tengah lonjakan tajam dari kasus Covid-19 dari berbagai Negara yang disebabkan oleh varian delta lebih mudah menular. Terlihat data dari indeks Bitwise 10, tercatat bahwa pergerakan dari harga 10 mata uang kripto yang utama di seluruh dunia, tampak melemah.

Sekitar 1,1 persen dalam perdagangan hari Jumat 18 Juli 2021, menjadi 34,6 persen. Pelemahan tersebut terjadi karena koreksi dari seluruh mata uang digital yang menjadikannya konstituen.

Bila melihat hitungan secara mingguan, posisi pada hari tersebut hampir sama dengan koreksi sebesar hingga 13,5 persen bila dibandingkan dengan catatan penutupan hari Jumat pada minggu lalu, yang terlihat berada di level 40. Disimpulkan jika mata uang kripto pada tahun ini memang sedang tidak bagus di pasaran.

MATA UANG CRIPTO, BITCOIN

Pengaruh Surat Utang AS

Bulan Juli ini, 10 mata utama kripto utama dan terbesar di pasaran mengacu pada reksadana tercatat anjlok hingga 12,7 persen. Bila dihitung sepanjang tahun ini, koreksiannya pun terhitung begitu parah hingga mencapai sekitar 42,7 persen.

Namun, pada bulan Oktober 2020 lalu, indeks terhitung melonjak hingga 188,3 persen. Pada hari Kamis, koreksian harian dari indeks kripto ini mencapai sekitar 8,6 persen dalam satu hari.

Koreksi ini pun juga mengikuti dari imbal hasil obligasi pemerintahan Amerika Serikat jatuh tempo 10 tahun yang juga ikut turun dari posisi awalnya dari 1,3612 persen ke 1,3003 persen pada hari Jumat lalu.

Di banyak negara, tercatat kasus Covid-19 kembali naik, termasuk di Indonesia dan juga inggris yang mengakibatkan ketidakpastian ini kembali untuk prospek perekonomian dunia. Para investor pun terus memburu aset minim risiko yang beredar seperti obligasi hingga harga dari yield pun mengalami penurunan.

Hampir semua investor pun yakin bila mata uang kripto bisa dijadikan sebagai aset alternative supaya bisa melindungi nilai kekayaan mereka dari imbas inflasi. Oleh karena itulah, banyak di antara mereka pun terus berburu kripto saat inflasi mulai meninggi.

Uang Kripo Utama

Harga Uang Kripo Utama Melemah Karena Hal Ini

Dilansir dari CoinDest pada hari Jumat 16 Juli 2021 lalu, di tengah sentiment negatif bank terbesar kedua di Amerika Serikat yakni Bank of America sudah memberikan persetujuan untuk perdagangan Bitcoin berjangka bagi klien yang memenuhi syarat.

Berdasarkan informasi dari dua orang yang mengetahui detail masalah tersebut. Berdasarkan hasil mengamatan dari CoinDesak, sejumlah bank investasi dilaporkan sudah memberikan izin resmi kepada klien untuk melakukan investasi dalam produk kripto.

Bulan Maret lalu, Goldman Sachs sudah konfirmasi rencana untuk merilis kembali trading desk crytocurrency setelah mereka berhenti tiga tahun lalu. Lalu, pada bulan Mei lalu, beberapa bank investasi juga mulai menjual maupun membeli bitcoin berjangka.

Dalam rangka perdagangan blok melalui CME Group atau Chicago Mercintile Exchange, memakai Cumberland DRW sebagai partner dagang resmi mereka. Penjelasan dari salah satu sumber kepada pihak CoinDesk.

Bank of Amerika juga akan segera memakai CME futures dalam waktu dekat, namun belum diketahui pastinya. Dalam hal ini, pihak CoinDesk berusaha untuk mengkonfirmasi kejelasannya, Bank of Amerika enggan memberikan komentar lebih lanjut lagi.

- sponsor -

Harga Kripto Menurun dan Belum Menunjukkan Kenaikan Signifikan

0
Harga Kripto Menurun dan Belum Menunjukkan Kenaikan Signifikan
Harga Kripto Menurun dan Belum Menunjukkan Kenaikan Signifikan

Harga Kripto Menurun || Cryptocurrency atau biasanya dikenal dengan harga mata uang kripto kembali lagi diperdagangkan di zona merah, pada hari Jumat 16 Juli lalu tepat siang hari waktu Indonesia, selanjutnya tampak juga pelemahan pada perdagangan di hari sebelumnya.

Pada pagi hari ini, beberapa masih diperdagangkan terlihat melemah. Untuk Bitcoin merosot cukup taja, 2,21 persen ke level 31.951 US dollars per koinnya atau pun setara dengan Rp. 463.300.085 per koin.

Sementara untuk Ethereum terlihat 1,19 persen ke 1.949 US dollars per koin atau jika masuk ke kurs rupiah sekitar Rp. 28.265.430 per koinnya. Disusul dengan Tether yang turun tipis sekali 0,02 persen ke harga 1 US dollars setara dengan Rp. 14.500 per koin.

Cardano ikut melemah 0,74 persen ke 1,24 US dollars atau Rp. 17.980 per koin, Ripple juga mengalami penurunan sekitar 0,39 persen ke 0,6119 US dollars setara dengan Rp. 8.873 per koin.

Harga Kripto Menurun Namun Binance Coin Masih Tetap Konsisten Menguat

Berdasarkan data yang diperoleh dari CoinMarketCap pukul 11.58 WIB, dari total tujuh kripto terbesar saat ini, hanya ada satu kripto yang masih konsisten menguat, yaitu koin digital Binance Coin.

Binance Coin ini meningkat tajam hingga 5,29 pesen ke level 320,68 US dollars atau setara dengan Rp. 4.649.860 per koin. Pada perdagangan hari Kamis, 15 Juli 2021 kemarin, pelemahan dari Bitcoin ini menjadi yang terbesar sejak 10 hari terakhir.

Bictoin terlihat selalu mengikuti pergerakan dari pasar saham skala global yang juga ikut melemah. Beberapa dari hasil analisa pun memperingkat kepada seluruh investor di pasar kripto bahwa saat ini pasang mungkin sudah siap untuk penurunan terbaru.

Dikutip dari CoinDesk, Lennard Neo selaku kepala penelitian untuk Stack Funds menjelaskan bahwa Bitchoin memang tampak sedang rapuh, kecuali kita bisa melihat pada garis break yang bergerak ke arah positif, namun cenderung sulit mengasumsikan bakalan naik kembali.

Pengaruh Negatif dari Dollars Digital Pada Pasar Kripto

Jerome Powell selaku Kepala bank sentral Amerika Serikat yang berpidato dihadapan Kongres AS pada hari Rabu lalu di tengah prospek inflasi yang begitu besa saat ekonomi sudah mulai resmi dibuka lagi.

Serta kemungkinan dari peluncuran dollar digital pun turut serta berdampak negatif bagi pasaran kripto yang membuatnya tampak terbebani. Meskipun demikian, bos bank sentral Amerika Serikat pun tetap meyakini bahwa kenaikan tersebut hanya bersifat sementara waktu saja.

Ia pun masih tetap mempertahankan pendapatnya dengan alasan kuat untuk pertahankan suku bunga rendah dan juga pembelian obligasi pemerintah atau Treasury bulanan hingga sebesar 120 miliar US dollars.

Masalah ini ternyata harus diwaspadai oleh para trader Bitcoin yang sedang bertaruh bahwa harga mata uang kripto akan selalu mempertahankan nilai dikarenakan daya beli dollar tengah melemah.

‘’Kami sedang mengalami inflasi yang begitu besar dari yang sudah diperkirakan sebelumnya, bahkan semua ini lebih besar dari yang telah saya harapkan, tetapi kami masih tetap berusaha untuk mengerti apakah hal tersebut bisa berlalu dengan cepat, ataukah kami perlu bertindak dengan cara lainnya.’’ Ungkap Powell dalam pidato di hadapan Kongres AS.

Di sisi yang lainnya, Powell pun tampak ragu apakah manfaat dari mata uang digital milik bank sentral ini lebih besar dibandingkan dengan biayanya.

‘’Mengatur stablecoin adalah rute yang lebih langsung, kewajiban dari kami ini adalah eksplorasi teknologi dan juga masalah kebijakan untuk beberapa tahun ke depannya, hingga kami pun berada dalam posisi yang tepat.’’ Jelas Powell yang dilansir langsung dari CoinDesk.

- sponsor -
999FansLike
999FollowersFollow
999SubscribersSubscribe
IDR - Indonesian Rupiah
EUR
17,131.79
GBP
20,113.73
CHF
15,900.90
NOK
1,643.62
JPY
131.81
CAD
11,551.78
AUD
10,664.72