Friday, November 27, 2020
Home Blog

CEO Menghilang, IDAX Kunci Dompet Dingin

0
cold_bitcoin

Korancrypto.com – Sebuah bursa pertukaran crypto di China, IDAX melakukan tindakan kunci dompet dungin setelah CEO mereka menghilang.

Pada 29 November lalu, pihak IDAX mengumumkan bahwa ada tindakan penarikan yang tidak wajar setelah CEO mereka, Lei Guorong tidak diketahui keberadaanya.

Dompet Dingin IDAX di Kunci

Pada blog yang dirilis resmi oleh IDAX pada 29 November lalu, disebutkan bahwa dompet dinggin sudah di kunci karena adanya tindakan penarikan setelah CEO mereka tidak diketahui keberadaannya.

Transaksi seperti deposit maupun withdrawal sampai saat ini tidak bisa dilakukan sama sekali.

Tantangan Baru

IDAX menyebutkan bahwa hal seperti ini merupakan tantangan baru terhadap mereka, IDAX berhenti melayani pengguna di China sejak awal minggu lalu.

Pada awal pekan ini, pertukaran Korea Selatan Upbit juga menhentikan akses pengguna setelah ditemukan transaksi yang mencurigakan melebihi $50 juta atau setara 705 miliar rupiah.

Sumber : Cointelegraph

- sponsor -

Amankah Menyimpan Aset Crypto di Dompet Exchange ?

0
menyimpan crypto di exchange

Korancrypto.com – Investasi crypto saat ini menjadi pembahasan yang mulai diperbincangkan saat ini, pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh investor baru yaitu, amankan menyimpan aset crypto di dompet exchange ?

Perlu kita ketahui, selama perjalanan tahun 2019 ini, banyak sekali berita tentang exchange yang di hack sehingga mengalami kerugian yang tidak kecil, dimana crypto yang dicuri merupakan crypto para member yang masih berada di dompet exchange.

Berikut Korancrypto akan membahas 4 exchange yang paling rentan di hack selama tahun 2019

  1. CRYPTOPIA
cryptopia

Cryptopia mulai diam dan tidak muncul ke publik setelah terjadi peretasan yang menyebabkan terjadi kerugian yang sangat besar pada 15 Januari lalu.

Menurut penyelidikan pihak berwajib, kerugian yang diderita oleh Cryptopia mencapai $16 juta dollar ( 225 miliar rupiah ).

Sampai saat ini belum diketahui bagaimana Cryptopia bisa di retas, tetapi ditemukan bahwa pada Agustus terlihat Cryptopia melakukan pengumpulan dana pada sebuah dompet. Cryptopia sendiri berusaha bangkit kembali setelah diretas pada bulan Maret, tetapi pada bulan Mei, mereka mengumumkan kebangkrutannya.

  1. DRAGONEX
 DRAGONEX

DragonEX merupakan sebuah exchange berbasis di Singapura dimana dana yang diretas pada 24 Maret lalu. Diperkirakan kerugian mencapai $ 7 juta ( 98 miliar rupiah ).

DragonEX sendiri sampai saat ini belum mengembalikan dana para investor yang diretas, tetapi mereka menyebutkan bahwa sedang mengerjakan “rencana kompensasi awal” yang nanti akan mengganti uang investor yang hilang dengan Tether yang setara dengan Dragon Token.

  1. BITHUMB
Menyimpan crypto di exchange BITTHUMB

Bithumb di incar oleh para peretas pada bulan Maret lalu, dimana para peretas berhasil mencuri EOS senilai $ 13 juta (183 miliar rupiah) dan XRP senilai $6.2 juta (87 miliar rupiah).

Bithumb menyatakan bahwa peretas adalah satu orang karena melihat adanya transaksi penarikan yang mencurigakan dari salah satu dompetnya.

Bithumb sendiri mengklaim bahwa selama kasus peretasan yang terjadi, tidak ada kehilangan dana investor sama sekali.

  1. BINANCE
Menyimpan crypto di exchange Binance

Pada bulan Mei lalu, salah satu exchange terbesar di dunia, BINANCE mengalami peretasan besar-besaran dimana peretas berhasil mencuri 7.000 Bitcoin senilai $40.7 juta (573 miliar rupiah).

Akibat peretasan ini, Binance menutup transaksi deposit dan withdarawal selama seminggu untuk meningkatkan layanan keamanan. Pada peretasan ini pihak Binance berjanji akan mengembalikan semua dana investor yang diretas.

Menyimpan crypto di wallet exchange sepertinya bukan merupakan hal yang cukup menjanjikan untuk para investor crypto, karena rawan terjadi peretasan oleh para peretas, dimana exchanger terbesar di dunia BINANCE juga menderita peretasan ini.

Sumber : Coindesk

- sponsor -

Harga Bitcoin Turun Lagi, Apa Penyebabnya ?

0
harga bitcoin turun

Korancrypto.com – Pada 21 November kemarin, harga bitcoin turun lagi ke area $7.000 setelah sudah lama di area $9.000.

Penyebab turunnya harga Bitcoin ini adalah pertukaran cryptocurrency yang beroperasi ilegal di China terancam tidak bisa berdagang karena peraturan baru yang dikeluarkan oleh bank sentral China.

People’s Bank of China (PBoC) memperingatkan kepada semua yang terlibat dalam perdagangan cryptocurrency seperti Bitcoin dan lainnya untuk berhenti sebelum tindakan diambil.

Semua Akan di Musnahkan

PBoC sendiri mengatakan akan memusnahkan semua bentuk aktivitas yang dianggap melanggar peraturan yang sudah dikeluarkan.

Hal ini di klaim bertujuan untuk memberikan dukungan atas teknologi Blockchain terhadap China.

Banyak desas-desus saat ini yang beredar terkait tindakan kekerasan terhadap perusahaan perdagangan cryptocurrency yang sudah memiliki ijin sah di China.

Kamis lalu, dugaan pengebrekan polisi di kantor Binance dan Bithumb yang kemudian dibantah.

Pengumuman resmi dari PBoC ini berpengaruh besar terhadap turun nya harga Bitcoin ke area $7.000

Sumber : CoinTelegraph

- sponsor -

Venezuela Gunakan Petro Untuk Bayar Dana Pensiunan

0
venezuela gunakan petro

Korancrypto.com – Presiden Venezuela Nicholas Maduro umumkan akan gunakan Petro untuk bayar dana pensiunan Natal nanti.

Venepress selaku media lokal Venezuela melaporkan pernyataan Maduro ini pada 17 November lalu.

Pembayaran menggunakan mata uang digital Petro ini ternyata bukan pertama kali dilakukan, dikutip dari Cointelegraph, Venezuela pernah melakukan pembayaran bonus dana pensiunan pada Desember tahun lalu menjadi Petro juga.

Petro, Masa Depan Ekonomi Venezuela

Petro merupakan mata uang digital yang diluncurkan pertama kali pada Februari tahun lalu yang menuai banyak pro dan kontra saat diluncurkan.

Petro sendiri pada Agustus lalu dikecam pedas sebagai “stunt” yang didukung oleh entitas terpusat dan terbebani utang.

Dibalik penolakan oleh beberapa pihak, pemerintah Venezuela tetap mendorong pengunaan mata uang digital tersebut.

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph Spanyol pada 13 November, Wakil Majelis Konstituante Nasional Venezuela, Francisco Torrealba, mengatakan bahwa ia yakin semua mata uang akan digantikan oleh cryptocurrency.

Berbicara tentang Venezuela, Torrealba menyebutkan bahwa negara tersebut mengalami perubahan besar dan Maduro memberikan “kontribusi yang sangat besar” kepada negara dengan menciptakannya Petro.

Bagaimana menurut anda tentang kebijakan yang diambil oleh presiden Venezuela yang gunakan petro untuk membayar dana pensiunan ini ?

Sumber : Cointelegraph

Sponsored By : Pokercc

- sponsor -

Game Online Berbasis Blockchain Telah “Mati” di Korea Selatan

0
game blockchain

Korancrypto.com – Perwakilan industri game Korea Selatan mengatakan bahwa game online berbasis blockchain telah mati karena pemerintah melarang game tersebut.

Sebuah regulator dari pemerintah baru saja melarang Infinity Star, sebuah game yang menggunakan Ethereum ERC 721 Non Fungible Token (NFTs).

Pekan lalu, Komite Pemeringkatan dan Administrasi Game (GRAC) yang ditugaskan untuk mengawasi industri game dinegara tersebut menolak peringkat untuk Infinity Star, sebuah game yang dikembangkan oleh perusahaan domestik NodeBrick.

Karena tidak mempunyai peringkat GRAC, maka game tersebut tidak bisa di distribusikan di Korea Selatan.

Menurut NSPNA, GRAC menyatakan bahwa barang yang diperoleh pemain dapat diperjual belikan di blockchain Ethereum.

“Banyak perusahaan game dalam negeri telah memasukkan banyak uang ke dalam game dapps (aplikasi terdesentralisasi), mengantisipasi bahwa posisi pemerintah pada cryptocurrency sebenarnya akan melunak di masa depan. Jujur, saya tidak tahu di mana keputusan ini meninggalkan mereka.”

Untuk game berbasis blockchain yang diciptakan oleh pengembang di luar negeri juga saat ini mulai dicegah masuk ke Korea Selatan. Tercatat bahwa pemerintah telah memblokir game dari negara Amerika Serikat dengan pendapatan USD 5 miliar setahun.

Bagaimana menurut kamu tentang game online berbasis blockchain ini, apakah memang seharusnya tidak di ijinkan atau malah di ijinkan ?

Sumber : Cryptonews

- sponsor -

Hanya 1% dari Semua Cryptocurrency yang Akan Bertahan

0
1% cryptocurrency yang bertahan

Korancrypto.com – Menurut CEO Ripple, Brad Garlinghouse, hanya 1% dari semua cryptocurrency yang ada saat ini yang akan bertahan. Sisanya akan tidak ada harganya lagi.

Terlalu Banyak

Dikutip dari wawancara dengan Bloomberg pada 5 November lalu, Garlinghouse mengatakan bahwa sudah terlalu banyak proyek cryptocurrency yang ada sejauh ini.

Garlinghouse menyatakan bahwa nanti hanya akan tersisa 1% saja dari semua cryptocurrency yang bertahan.

Fungsi Terbaik yang Akan Bertahan

Garlinghouse juga menyebutkan bahwa pertumbuhan aset digital disebabkan karena “hype” yang tercipta di lingkungan.

Lebih dari 3.000 aset digital yang saat ini diperdagangkan setiap hari dan akan terus bertumbuh, menurut Garlinghouse sampai saat ini hanya beberapa saja yang benar-benar berguna dan memenuhi kebutuhan dari pelanggan.

“Setiap kali ada pasar baru, ada banyak orang yang berlari ke pasar itu dan mencoba menunjukkan bahwa mereka dapat memecahkan masalah, mereka dapat memberikan kebutuhan pelanggan,” sebut Garlinghouse.

Volatilitas Transaksi SWIFT

Garlinghouse juga mengkritik Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications (SWIFT) tentang volatilitas transaksi.

Mengutip artikel terbaru yang diposting oleh Ripple tentang peningkatan eksposur volatilitas XRP, Garlinghouse berpendapat bahwa token XRP memiliki “1/10 eksposur volatilitas dari pembayaran SWIFT fiat khas.”

Pada Juli 2019, SWIFT mengumumkan uji coba transfer lintas batas instan yang sukses di Asia, mengklaim bahwa pilot pembayaran instan melakukan pembayaran yang memakan waktu hingga 25 detik, dengan yang tercepat mengambil 13 detik.

Tes tersebut melibatkan interaksi antara platform pembayaran instan Inovasi Pembayaran Global SWIFT dan solusi pembayaran instan domestik Singapura FAST. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, SWIFT akan memungkinkan perusahaan teknologi buku besar terdistribusi untuk menggunakan platform GPI-nya.

Sumber : Cointelegraph

- sponsor -

Semakin Besar, Binance Berencana Buka Kantor Baru di Beijing

0
kantor binance di china

Korancrypto.com – Menurut sebuah sumber yang terpercaya, Binance berencana untuk buka kantor baru di Beijing.

Binance Tinggalkan China

Binance meninggalkan China pada 27 Septermber 2017 lalu sebagai aksi protes karena pada saat itu negera China melarang perdagangan Crypto.

Dikutip dari Cointelegraph pada 31 Oktober lalu, Binance saat ini sedang mencari lokasi untuk membuka kantor baru di Beijing.

Sumber dari pihak Binance sendiri sampai saat ini belum mengkonfirmasi isu yang beredar saat ini soal kantor baru di Beijing, tetapi mengatakan bahwa saat ini ada beberapa karyawan yang sedang beroperasi di ibukota China.

Menurut cointelegraph, Binance pada bulan September lalu baru saja melakukan investasi besar pertama di CHina sebesar $ 200 Juta atau setara 2.8 triliun Rupiah untuk pendanaan crypto di China.

Pada 25 Oktober lalu, pasar crypto berguncang sangat hebat setelah pengumuman Predisen China, Xi Jingping yang mendukung inovasi blockchain di China.

Bitcoin (BTC) dilaporkan mengalami penaikan harian sebesar 36% karena reaksi positif atas apa yang diucapkan oleh Xi

Bagaimana pendapat kamu tentang kantor binance di china ini, apakah akan memberi dampak positf terhadap pertumbuhan crypto di dunia ?

- sponsor -

50% Hash Rate BCH di Kuasai Oleh Penambang Misterius

0
50% hash rate BCH

Korancrypto.com – Selama 24 jam, lebih dari 50% hash rate dari BCH di kuasai oleh penambang misterius.

Penambang menambang 73 blok dari pukul 10:00 pada 24 Oktober hingga 25 Oktober.

Seorang pengguna Twitter, Notgrubles mengatakan bahwa ini adalah mengapa BCH sangat berisiko terhadap keamanan.

Penambang yang misterius ini mengendalikan lebih dari 50% nilah hash rate BCH. Hal ini menyebabkan potensi hal-hal jahat sangat gampang terjadi seperti yang dikatakan oleh Redditor.

Hampir Sama Dengan Bitcoin

Pada September lalu juga tercatat hal yang hampir sama terhadap Bitcoin, dimana tingkat hash rate dari Bitcoin mencapai 40%.

Menurut laporan dari Cointelegraph, tingkat hash rate Bitcoin tersebut memecahkan rekor hingga 102 triliun hash sepanjang sejarah.

Tingkat hash yang lebih tinggi berarti persaingan yang lebih besar di antara penambang untuk memvalidasi blok baru. Ini juga meningkatkan jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan serangan 51%, membuat jaringan lebih aman.

- sponsor -

Paypal Resmi Tolak Libra

0
Paypal Resmi Tolak Libra

Korancrypto.com – Pemroses pembayaran raksasa Paypal menyatakan bahwa resmi tolak mata uang digital Libra dari Facebook.

LIBRA Tidak Cukup Untuk Paypal

Seperti yang dilaporkan kantor berita Financial Times pada 3 Oktober lalu, Paypal tidak menghadiri pertemuan pendukung Libra pada hari kamis.

Juru bicara perusahaan Paypal mengatakan kepada Cointelegraph pada 4 Oktober bahwa mereka secara resmi telah meninggalkan asosiasi.

“Kami tetap mendukung aspirasi Libra dan berharap untuk melanjutkan dialog tentang cara-cara untuk bekerja sama di masa depan. Facebook telah menjadi mitra strategis yang sudah lama dan bernilai bagi PayPal, dan kami akan terus bermitra dan mendukung Facebook dalam berbagai kapasitas. “

The Times mengutip pernyataan dari seseorang yang dekat dengan Paypal :

“Perusahaan mereka tidak ingin mengalir ke bisnis mereka karena regulatornya tidak jelas.”

Seperti yang dilaporkan oleh Cointelegraph pada 2 Oktober, kekhawatiran Visa, Mastercard, dan Stripe memastikan bahwa Libra tidak membahayakan hubungan mereka dengan regulator.

Libra sendiri telah menciptakan kontroversi dengan anggota parlemen diseluruh dunia sejak awal di ciptakan.

Sikap Paypal Resmi Tolak Libra bertolak belakang dengan Stripe membantah bahwa sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Libra.

Sumber : Cointelegraph

- sponsor -

Momok menakutkan Libra Yang Ditakuti Bank Besar Amerika Serikat

0
libra ditakuti bank besar amerika serikatlibra ditakuti bank besar amerika serikat

Korancrypto.com – Menurut bank-bank pada dewan penasehat federal (FAC), Libra merupakan sebuah proyek yang berpotensi menciptakan sistem “Shadow Banking” sehingga ditakuti bank besar di Amerika Serikat.

Libra ditakuti Bank Besar Amerika Serikat

Setelah Federal Reserve Amerika Serikat menanyakan pendapat dari beberapa bank di negara itu tentang Libra, bank-bank menyatakan bahwa mereka tidak terlalu positif terhadap proyek Libra ini.

Perwakilan bank menyebutkan dengan adanya Libra nantinya akan berpotensi untuk menurunkan transaksi rekening giro dan volume pembayaran di bank.

Baik Libra maupun proyek stablecoin lainnya sama-sama menjadi momok bagi mereka karena stablecoin ini harganya dipatokan pada nilai dasar mata uang fiat.

Hal ini juga menjadi awal mula timbulnya persaingan model bisnis bank yang dibangun berdasarkan privasi.

Memperhatikan bahwa sekitar 52% dari populasi A.S., atau 170 juta orang, dianggap pengguna Facebook aktif pada tahun 2018, bank-bank menyarankan bahwa Facebook berpotensi menciptakan ekosistem moneter digital di luar pasar keuangan yang terkena sanksi, atau sistem “Shadow Bank“.

“Ketika konsumen mengadopsi Libra, lebih banyak simpanan dapat bermigrasi ke platform, mengurangi likuiditas secara efektif, dan disintermediasi dapat semakin berkembang menjadi layanan pinjaman dan investasi.”

Bank Tetap Ingin Mengelola Ekonomi Lokal

Bank juga menyebutkan bahwa dengan adanya Libra yang diciptakan oleh Facebook ini dapat berdampak pada kebijakan moneter nasional dimana potensi negara untuk memantau, mengelola dan mempengaruhi ekonomi lokal.

FAC, yang mencakup 12 perwakilan dari industri perbankan A.S., berkonsultasi dengan dan memberi nasihat kepada Dewan Fed mengenai masalah ekonomi dan keuangan dalam yurisdiksi Dewan.

Pada 26 September, Bloomberg melaporkan di Facebook berencana untuk mendapatkan chief operating officer-nya Sheryl Sandberg di depan House Financial Services Committee pada Oktober untuk bersaksi tentang Libra dan rencananya untuk meluncurkan stablecoin pada tahun 2020.

- sponsor -
999FansLike
999FollowersFollow
999SubscribersSubscribe
IDR - Indonesian Rupiah
EUR
16,912.60
GBP
18,863.65
CHF
15,642.22
NOK
1,601.40
JPY
136.00
CAD
10,896.53
AUD
10,455.90