- sponsor -

Bitcoin Masih Tinggi Nilainya – Jamie Dimon, selaku CEO dari perusahaan JPMorgan, kembali menegaskan kepada publik bahwa dirinya bukanlah penggemar dari bitcoin. Hal tersebut, tentu sangat berkebalikan dengan perusahaannya yang justru menyediakan akses pembelian kripto pada nasabah.

Seperti yang telah dikutip oleh CNBC Internasional pada Selasa, 12 Oktober 2021, Jamie mengungkapkan bahwa secara pribadi ia menilai jika bitcvoin tidak berharga. Ia mengucapkannya langsung pada sebuah acara kemarin.

Hal tersebut merupakan serangan kepada mata uang kripto atas ucapan dari Jamie. Meski begitu, menurut data hari Selasa, ternyata Bitcoin dan ethereum terus bertahan kuat dan kokoh. Berita selengkapnya, simak di bawah ini.

Bitcoin Masih Tinggi Nilainya Dan Anggapan CEO JPMorgan Tentang Mata Uang Kripto

Korancrypto - Bitcoin Masih Tinggi Nilainya Dan Anggapan CEO JPMorgan Tentang Mata Uang Kripto

Pada acara yang diselenggarakan pada Senin lalu, dikutip bahwa CEO JPMorgan memang tidak tertarik dengan cryptocurrency. Tapi, pada kenyataannya, perusahaan miliknya menerima pelayanan pembelian mata uang kripto.

Menanggapi hal tersebut, Jamie mengatakan bahwa klien yang mereka layani sudah dewasa dan memiliki keputusannya sendiri. Jika tidak membelinya, itulah yang akan menciptakan pasar.

Akan tetapi, ketika mereka ingin membeli BTC secara pribadi, tentu pihak kami tidak akan melarang. Justru akan kami beri akses agar pembeliannya aman, resmi dan dijamin bersih. Hal tersebut demi kenyamanan nasabah.

Ucapan dari Jamie ini memang sangat konsisten dan benar adanya. Ia tidak tertarik dengan kripto, tapi JPMorgan mau melayani para nasabahnya yang akan membeli. Tapi, ketidak sukaan Jamie, tetap kekeh.

Belum lama ini, CEP JPMorgan itu juga menceritakannya kepada CEO Axios, Jim Vandel-Hei. Ia mengatakan kepada Jim bahwa Bitcoin sebenarnya tidak memiliki nilai intrinsik.

Meski sudah ada banyak bukti bahwa nilainya akan terus bertahan dalam jangka panjang, ia tetap mengatakan bahwa mata uang kripto seperti emas bodoh. Dirinya juga yakin, di negara lain, juga menganggap bitcoin hal ilegal.

Contohnya saja China yang pekan ini mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan kripto sudah dianggap ilegal. Serta tidak diperbolehkan aktivitas investasinya baik untuk warga China atau Asing.

Meski begitu, JPMorgan bergerak secara profesional dan mengikuti pasar atau bigcap yang sedang berlangsung. Hingga mereka menggarap juga kripto.

JPMorgan sendiri juga telah meluncurkan mata uang digital buatannya yang disebut dengan JPm Coin. Uang digital ini telah diluncurkan pada Oktober 2020 lalu.

Dikutip dari CNBC Internasional, dilaporkan bahwa JPMorgan sudah mulai menawarkan kepada nasabah tentang akses ke kripto funds. Dan itu ditawarkan pada nasabah Wealth Management atau orang-orang kaya.

Bitcoin dan Ethereum Masih Populer dan Bertahan

Koran crypto - Bitcoin dan Ethereum Masih Populer dan Bertahan

Sepertinya memang ada benarnya ucapan dari Jamie, bahwa kripto terkadang tidak bernilai. Dari hari Senin dan Selasa, cryptocurrency terus melemah turun ke zona merah. Hanya bitcoin dan etherum saja yang berada di zona hijau.

Cruptocurrency yang berkapitalis pasar besar, memang turun drastis setelah pekan kemarin nyaris 10 jenis kripto melenggang naik. Beruntunglah bahwa bitcoin masih bertahan sampai sekarang.

Meski banyak sentimen isu yang bisa saja menjatuhkan nilai kripto sendiri, tapi bitcoin terus on fire berada di zona hijau. Jika berdasarkan data, dihitung dari Selasa pagi pukul 09.00 WIB, adalah sebagai berikut :

Untuk bitcoin sendiri melesat ke 3% dengan level harganya 57.1777,98 US dolar untuk per koinnya. Atau jika dirupiahkan menjadi Rp. 811.075,316 per koin. Sementara Ethereum menguat 1,88% dengan level harganya 3.525,78 US dolar per koin atau setara Rp. 50.051,876 per koin.

Tidak salah, bila bitcoin semakin diunggulkan setiap waktu karena jenis kripto lainnya turun, justru bitcoin terus berada di posisi aman. Meski begitu, orang seperti Jamie Dimon masih tetap kekeh tidak menyukainya.

- sponsor -