- sponsor -

Bitcoin Kian Melemah – Pada hari Senin pagi perdagangan crypto cenderung stagnan, setelah hari Minggu mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan salah satunya arena kekhawatiran investor terhadap perkembangan virus Covid varian baru Omicron.

Berdasarkan data Coin Market Cap, Bitcoin, Binance Coin, Avalanche, Solana dan Cardano mengalami penurunan tipis. Bitcoin mengalami penurunan 0,2 % menjadi US$ 46.569,73 / koin atau setara Rp. 670.604,112 / koin.

Ethereum turun 0,54 % menjadi US$ 3.932,48 /koin atau setara Rp. 56.627.712 / koin, Binance Coin turun 0,49 % menjadi US$ 528,14 / koin atau setara Rp. 7.605.216 / koin.

Faktor yang Mempengaruhi Bitcoin Kian Melemah

Koran Crypto - Faktor yang Mempengaruhi Bitcoin Kian Melemah

Bitcoin dan beberapa koin crypto mengalami penurunan akibat respon investor terhadap kebijakan The Fed yang mempercepat pengurangan pembelian asset yakni dimulai pada bulan ini.

Kebijakan ini menyebabkan suku bunga acuan naik pada tahun depan untuk beberapa kali. Per bulan Januari 2022, The Fed hanya akan membeli obligasi pemerintah US$ 60 milliar dan akan berlanjut untuk bulan – bulan selanjutnya.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi laju inflasi akibat sector rumah tangga yang membaik namun rantai pasokan masih terganggu. Meningkatnya kasus Covid varian Omicron di Amerika juga membuat investor khawatir bahwa ekonomi akan kembali terganggu.

Pada Jumat lalu tercatat ada 163.707 kasus Covid baru dengan jumlah kematian sebanyak 1.653 orang. Oleh sebab itu, Presiden Amerika menghimbau warganya untuk melakukan vaksin dan suntikan booster.

Analisis Teknikal Bitcoin Tidak Mendukung

Korancrypto - Analisis Teknikal Bitcoin Tidak Mendukung

Dari segi teknikal, moving average Bitcoin adalah 200 hari dengan nilai upside antara US$ 50.000 hingga US$ 55.000. Dari grafik harian terlihat Bitcoin sudah menunjukkan sinyal kelelahan pada sisi bawah.

Hal ini menunjukkan kemungkinan kenaikan harga pada jangka pendek. Dari segi indeks kekuatan relative, Bitcon berada pada area jenuh (oversold). Beberapa kali Bitcoin gagal mempertahankan tren positif setelah mencapai titik tertinggi di kisaran US$ 69.000.

Sementara Bitcoin rentan mengalami penurunan harga sebesar 20 % dengan asumsi pembeli tidak bisa mempertahankan support saat ini. Dari segi kapitalisasi pasar, Bitcoin mengalami penurunan kembali menjadi US$ 880 milliar.

Kebijakan Bank Sentral Negara Maju

Kebijakan Bank Sentral Negara Maju - Koran Crypto

Selain itu, beberapa sentiment negative membuat langkah Bitcoin semakin berat. Sentiment negative itu berasal dari bank sentral Negara maju seperti Amerika, Eropa dan Inggris. Bank sentral Amerika atau The Fed mempercepat pengurangan pembelian asset pada bulan ini.

Meski begitu, The Fed tidak akan serta merta menaikkan suku bunga acuan. Suku bunga mulai akan dinaikkan pada pertengahan tahun depan. Bank sentral Eropa juga melakukan pengurangan pembelian asset. Namun hanya berlaku pada dana darurat pandemic, sedangkan untuk pembelian asset masih tetap dilakukan.

Bank sentral Inggris menambah sentiment negative dengan menaikkan suku bunga acuan dari 0,1 % menjadi 0,25 %. Hal ini dilakukan karena inflasi di Inggris yang sangat tinggi dan merupakan yang tertinggi sejak 10 tahun terakhir.

Inflasi di Inggris mencapai kenaikan 5,1 %, nilai ini lebih tinggi dari perkiraan sebesar 2 %. Selain sentiment karena kebijakan bank Sentral, ada beberapa pihak yang tidak menyukai Bitcoin. Salah satunya diungkapkan Eswar Prasad.

Pendapat Negatif dari Para Tokoh

Pendapat Negatif dari Para Tokoh - Korancrypto

 

Eswar adalah seorang Profesor Senior di Universitas Cornell yang membidangi Kebijakan Perdagagan Internasional. Dia mengatakan bahwa Bitcoin akan berumur pendek dikarenakan tidak ramah lingkungan dan tidak efisien.

Jejak karbon Bitcoin tergoong besar dan tidak efisien untuk digunakan sebagai alat tukar karena tidak ada acuan fundamentalnya. Ia yakin bahwa Bitcoin akan tersingkir oleh koin crypto lainnya yang muncul dengan berbagai keunggulan.

Selian itu dari sisi regulasi, pemerintah Rusia mengikuti langkah China untuk melarang penggunaan crypto dan tidak diterima sebagai alat pembayaran. Selain itu mereka menilai pasar crypto sangat volatile dan tidak ada regulasi yang mengaturnya.

- sponsor -