- sponsor -

Korancrypto.com – Bitcoin halal atau tidak halal merupakan perdebatan yang sangat sering kita jumpai selama ini. Masih banyak orang yang meragukan bitcoin sesuai dengan hukum agama Islam atau bisa masuk kedalam hukum Syariah.

Sebuah perusahaan keuangan mikro Blossom Finance Indonesia, telah menerbitkan Paper 22 halaman. Paper ini menyimpulkan bahwa Bitcoin memenuhi syarat sebagai uang dalam Islam, kecuali dilarang oleh pemerintah lokal.

Sejak kemunculan bitcoin, segudang pertanyaan muncul apakah cryptocurrency bisa memenuhi aturan syariah. Dalam Islam ada banyak aturan yang berlaku termassuk dalam hal pembagian keuntungan, kerugian, penyewaan, penyimpanan, dan lainnya. Hukum syariah secara jelas melarang riba atau mengambil bunga yang dibayarkan dalam pinjaman. Sehingga atas dasar ini Bitcoin dan cryptocurrency lainnya juga ikut dipertanyakan. Sebagian ulama menyatakan bahwa Bitcoin kompatibel dengan keuangan Islam, tetapi fatwa ulama Mesir tidak setuju dengan pendapat ini.

Baca Juga : Laos Resmi Tolak Bitcoin CS

Blossom Finance didirikan oleh Matthew J Martin, startup ini menggunakan cryptocurrency untuk membantu muslim Indonesia dengan hukum keuangan Islam. Perusahaan ini telah menerbitkan sebuah studi yang menyimpulkan bahwa bitcoin memenuhi syarat sebagai uang dalam Islam. Terkecuali pemerintah lokal melarang penggunaan mata uang digital. Penelitian ini menjelaskan analisis mendalam tentang berbagai pendapat atau fatwa tentang masalah perbankan Islam dan bitcoin.

Bitcoin Halal Sesuai Hukum Syariah

Nilai tukar cryptocurrency terus tumbuh, ada rasa kebimbangan di kalangan Muslim. Banyak orang bertanya apakah bitcoin dan cryptocurrency lainnya sesuai dengan aturan Islam yang termuat dalam Al-Qur’an. Menurut Mufti, syariah advisor Blossom mengatakan:

Bertolak belakang dengan mitos populer, hukum Syariah bukanlah seperangkat aturan. Ini adalah bidang ilmiah yang tunduk pada interpretasi dan opini yang berbeda mengenai berbagai hal. Beberapa fatwa baru yang dikeluarkan oleh para cendekiawan Muslim terkemuka menawarkan pendapat yang tidak lengkap atau kontradiktif tentang topik tersebut. Dengan semua kebimbangan, kami ingin menawarkan bimbingan yang jelas didukung oleh penelitian yang solid yang menguntungkan baik orang awam maupun praktisi keuangan Islam.

Apakah Bitcoin halal atau haram? Dan jawabannya ‘tergantung’. Bitcoin bukan hanya mata uang, tetapi juga merupakan jaringan transaksi dan pembayaran. Dan blockchain mencakup seluruh kategori teknologi dengan aplikasi yang luas. Seperti di Jerman, bitcoin diakui sebagai mata uang dibawah perlindungan hukum, sehingga memenuhi syarat sebagai uang dalam Islam di Jerman.

Di Indonesia sudah mengeluarkan aturan pada Januari 2017 lalu, bahwa semua pembayaran di Indonesia harus dalam Rupiah. Klarifikasi ini seharusnya tidak dilihat sebagai sikap Anti-Bitcoin. Hukum yang sama juga berlaku untuk melarang emas, perak, dolar AS, dan Euro sebagai alat tukar yang sah di Indonesia.

Akhir 2018 lalu, Pemerintah juga telah melegalkan Bitcoin sebagai komoditi berjangka. Jadi hukumnya sama, tetap legal untuk membeli dan menjual Bitcoin di Indonesia sebagai aset, seperti halnya pembelian emas dan perak.

Studi Blossom Finance yang dipublikasi menerangkan penelitian tentang kejelasan Initial Coin Offering (ICO). Tetapi ICO sangat tidak pasti dan tidak disarankan, karena salah satu tujuan utama syariah adalah menjaga kekayaan. Dan individu tidak boleh berinvestasi lebih dan bersedia jika mengalami kerugian/lost. Jelas dalam penelitian ini bahwa ICO sering kali tidak memenuhi syarat sebagai investasi dalam Islam.

Teknologi bitcoin sangat selaras dengan tujuan Shariah untuk mengurangi ketidakpastian yang berlebihan. Blockchains membuktikan kepemilikan aset, ini membuktikan bahwa Anda benar-benar memiliki uang yang dikirim dalam suatu transaksi. Sebaliknya, perbankan konvensional secara harfiah meminjamkan uang menjadi ada, dan hal ini sepenuhnya tidak sesuai dengan prinsip Syariah.

Sumber : Coinvestasi

 

 

- sponsor -