- sponsor -

Bitcoin Diprediksi Melesat dikarenakan harga bitcoin terus naik sejak pertengahan bulan Juli 2021. Pergerakannya berada di kisaran US$ 50.000 per keping. Bitcoin naik 0,34% di angka US$ 49.082 per keping pada perdagangan Minggu 29/08/2021.

Mata uang kripto terpopuler ini sering disebut sebagai emas digital. Tak jarang, keberadaannya sering dibanding-bandingkan dengan logam mulia asli. Dengan harga yang terus meningkat, harga logam mulia justru kewalahan memanjat.

Sempat ada prediksi bahwa harga mata uang kripto BTC akan mengalami penguatan sampai US$ 100.000 per keping. Jika dirupiahkan sekitar Rp 1,4 miliar, dua kali dari nilainya saat ini.

Bitcoin Diprediksi Melesat dalam 6 Bulan

Bitcoin Diprediksi Melesat dalam 6 Bulan | Korancrypto

Prediksi menghebohkan ini dinyatakan oleh seorang direktur pelaksana Midas Touch Consulting, Florian Grummes. Ucapnya, sebelum mengalami penambahan nilai yang besar, mata uang digital ini akan merosot terlebih dahulu.

Sebaiknya investor menunggu nilainya menyentuh US$ 34.000 sampai US$ 38.000 sebelum memutuskan untuk membeli. Menurut Grummes, 5 pekan terakhir merupakan kondisi baik. Ciri khas crypto yaitu rebound tajam setelah dijual.

Bila terdapat aksi jual lagi, nilai bitcoin bisa merosot sampai US$ 25.000 dan itu sangat mungkin terjadi. Setelah itu, kemungkinan nilainya naik menjadi US$ 35.000, US$ 60.000, hingga meramaikan pasar.

Setelah banyak investor melakukan aksi beli, Grummes mengatakan bahwa nilainya bisa kembali naik sampai menyentuh US$ 100.000 per koin dalam waktu 6 bulan saja. Para investor bersiap, kencangkan sabuk Anda.

Volatilitas BTC sangatlah besar, sehingga memberikan peluang keuntungan tinggi. Namun risiko yang dihadapi investor juga sama besarnya. Semua mata uang kripto sangat menarik untuk dijadikan spekulasi.

Sedangkan pergerakan emas yang lambat membuatnya kurang menantang. Faktor penyebab susahnya menguat adalah karena persaingannya dengan instrumen mata uang digital, bukan disebabkan oleh fundamentalnya.

Kondisi makroekonomi saat ini memiliki suku bunga rendah, inflasi tinggi, serta adanya stimulus fiskal. Berdasarkan fundamental tersebut seharusnya kondisi semacam ini sebenarnya menguntungkan, namun tidak terjadi.

Bitcoin merupakan mata uang digital tertua, terbesar, serta paling populer saat ini. Menjadikannya terus dibandingkan dengan logam mulia sebagai penyimpan nilai. Keduanya mempunyai supply terbatas, membutuhkan usaha ekstra untuk menambang.

Sedangkan peningkatan harga yang terus terjadi tidak menaikkan jumlah produksi. Itulah mengapa harganya sangat tinggi, karena peminatnya bertambah banyak. Namun jumlahnya sangat terbatas untuk dimiliki para investor.

Nilai Emas Pasca Jackson Hole

Nilai Emas Pasca Jackson Hole | Korancrypto | Korancrypto

Harga emas dunia mengalami kenaikan sebesar 1,37% menjadi US$ 1.816,66 per troy ons pada perdagangan Jumat 27/08/2021. Harga ini merupakan level tertingi semenjak 4 Agustus lalu, sebelum mengalami flash crash.

Sebelumnya, logam mulia kesulitan mempertahankan nilainya pada kisaran US$ 1.800 karena isu kebijakan tapering serta quantitative easing oleh The Fed. Kebijakan tapering yang dilakukan tahun 2013 membuat harga emas melemah.

Titik terendah emas diketahui menyentuh US$ 1.045,85 per troy ons pada Desember 2015. Berdasarkan tren harga logam mulia mulai September 2011 hingga Desember 2015, emas turun 45,54% dalam 4 tahun.

Jerome Powell sudah memberikan tanda-tanda kebijakan tapering bisa dilakukan sebelum akhir tahun ini. Namun ternyata nilai emas tidak meredup, melainkan malah naik. Powell menegaskan tidak berarti suku bunga juga dinaikkan.

Meskipun akhirnya kebijakan tapering jadi dilaksanakan, logam mulia masih mampu merangkak karena suku bunga yang rendah akan bertahan dalam waktu cukup lama. Suku bunga baru akan naik pada tahun 2023.

Sedangkan Bank of America telah memperkirakan logam mulia bisa meroket lagi. Pihak BofA menyatakan bahwa tapering akan membatasi pergerakannya, namun tidak menghilangkan kemungkinan kenaikan harganya.

- sponsor -