- sponsor -

Binance Kecam Reuters, Sebuah media ternama yang menuduh mereka kerja sama dengan agen Rusia. Berita ini langsung membuat publik heboh karena Binance dianggap akan bantu Rusia terbebas dari sanski ekonomi. Tetapi menurut pihak Binance, kabar itu tidak benar.

Menteri Keuangan Rusia pada awal April menegaskan kalau mereka sudah menyiapkan draft mengenai mata uang digital. Pembuat kebijakan ini juga sudah melaporkan ke parlemen tentang mitigasi ekonomi ini agar bisa terhindar dari sanksi, dan ada peran Binance disini.

Platform jual beli mata uang kripto ini dianggap bekerja sama dengan agen Rusia, Federal Security Service untuk membahas layanan aset virtual tersebut. Tuduhan ini membuat pihak Binance panik, karena partisipasi mereka di industri mata uang digital sudah besar.

Binance menyatakan kalau semua pengguna Binance abaikan saja data tersebut karena tidak benar. Tetapi ada fakta menarik yang membuat bisa saja Binance didenda akibat perbuatan mendukung Rusia ini. Lantas, perdebatan paling utamanya saat ini adalah, apakah benar?

Binance Kecam Reuters Atas Tuduhan Tersebut

Korancrypto - Binance Kecam Reuters Atas Tuduhan Tersebut

Platform jugal beli mata uang kripto, Binance, dituduh telah membagikan data klien ke Rusia. Media Reuters yang lebih dulu melaporkan kegiatan ini dengan mengatakan Binance setuju dan sepakat untuk memberikan otoritas keuangan Rusia untuk mengakses data pengguna.

Namun, Binance membantah tuduhan membagikan data klien ini dan jelas kalau tuduhan ini sangat mengancam reputasi yang sudah platform ini bangun. Binance kini dipertanyakan apa bisa menjaga data klien secara private, atau malah sudah membagikan ke otoritas Rusia.

Dari Reuters juga, mereka menerangkan kalau ada sumber yang membagikan informasi kepada mereka kalau data pengguna ini adalah untuk memantau jutaan dollar di Bitcoin. Ini bisa digunakan mereka untuk mengancam negara barat agar tidak memberikan sanksi.

Hal ini diperjelas dengan fakta kepala Binance di regional Rusia, Gleb Kostarev, yang secara jelas pernah meminta agensi inte financial untuk nama dan alamat pengguna mata uang kripto di Rusia. Namun, dalam waktu singkat, kantor pusat Binance langsung menolaknya.

Reuters juga menjelaskan kalau Binance sudah siapkan data dari Alexei Navalny, yang mana merupakan kepala oposisi pemerintah Rusia. Mengenai berhentinya operasi Binance di Rusia, Reuters menegaskan kalau ini tidak benar, platform ini masih bisa digunakan di Rusia.

Apakah Tuduhan terhadap Binance Ini Benar – Benar Nyata?

Koran Crypto - Apakah Tuduhan Reuters terhadap Binance Ini Benar - Benar Nyata?

Di hari Minggu waktu Indonesia, Binance mengatakan ke pewawancara kalau “Tuduhan ke Binance tentang membagikan data pengguna, termasuk Alexei Navalny, ke FSB Rusia adalah salah.” Tetapi Binance juga menjelaskan fakta lain yang cukup mengherankan.

Binance menyambung kalau data pengguna ini bisa saja diminta oleh seluruh dunia, asal ke otoritas yang legal. Dan FSB Rusia adalah otoritas legal di sana, sehingga bisa saja Binance memenuhi permintaan mereka. Sehingga kini sektor pasar kripto Rusia semakin ribet.

Reuters menerangkan kalau sistem operasi mata uang kripto di Moscow sedang digencarkan. Semua ini bertujuan agar negara barat seperti Inggris dan Amerika Serikat gagal memberikan sanksi ke negara tersebut. Sanksi yang dimaksud adalah terkait invasi Rusia ke Ukraina.

Namun, fakta kalau Binance terus melanjutkan operasi di Rusia meskipun sebelumnya sudah menegaskan akan berhenti, ini menambah sedikit kecurigaan. Apalagi sejak perang itu, jumlah pemakai platform Binance di Rusia bertambah pesat.

Binance dan Reuters saat ini sedang banyak dibicarakan. Reuters menuduh kalau Binance memiliki kaitannya dengan perang Rusia, yaitu dengan menyediakan informasi ke otoritas dan agen menteri keuangan. Apalagi Rusia saat ini ingin menghindar dari sanksi negara barat.

- sponsor -