- sponsor -

Aset Mata Uang Crypto di tahun 2021 memang cukup luar biasa pergerakannya. Harga dari koin kripto populer, Bitchoin ternyata mampu menyentuh puncak tertingginya sebanyak dua kali sepanjang tahun 2021 kemarin.

Kenaikan ini juga yang membuat banyak para investor mulai melirik dan terjun ke dalam dunia aset digital selama masa pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Selain mata uang Bitcoin, Ethereum juga cukup melonjak drastis hingga ratusan persen lho. Di susul juga oleh Altcoin yang jadi perhatian banyak investor.

Kepopulerannya Metaverse

Koran Crypto - Kepopulerannya Metaverse

Lalu, ada juga pertumbuhan dari aset non fungible token atau NFT. Kini semua orang mulai menjual berbagai macam aset digital sampai hebohnya dunia dengan kabar dari rancangan metaverse.

Aset mata uang kripto juga telah diadopsi oleh beberapa institusi pemerintahan. Termasuk juga negera El Savador yang mana Bitcoin resmi dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah.

Sejumlah perusahaan raksasa kripto pun perlahan – lahan sudah melakukan ekspansi. Semisalnya dengan memasuki industri sepak bola dan juga bola basket di negera Amerika Serikat.

Tahun ini pun menjadi tahun pasar EFT atau exchange traded fund basis Bitcoin berjangka pertama kalinya dibentuk. Dimana perusahaan EFT ini pun pertama kalinya terdaftar dan mulai diperdagangkan ialah ProShares Bitcoin Strategy.

Aset Mata Uang Crypto Mampu Naik ataukah Terjun?

Korancrypto - Aset Mata Uang Crypto Mampu Naik ataukah Terjun?

Melansir dari Global Cryptocurrencies 2022 Outlook edisi bulan Desember 2021 yang dirilis oleh Bloomberg. Mike McGlobe seorang ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence memprediksi, Amerika Serikat bakalan menggandeng aset kripto di tahun 2022.

Hal tersebut juga didukung oleh adanya larangan penambangan aset mata uang kripto di negara China sekarang ini. Penambangan pun juga pindah ke lokasi yang relatif lebih aman di Kanada dan juga Amerika Serikat. Serta pertumbuhan dari teknologi dollar kripto hingga NFT.

Bukan hanya itu saja, McGlone juga meramalkan harga dari Bitcoin mampu tembus ke level 100.000 US dolar per koinnya di tahun 2022 ini lho. Dengan menambahkan banyaknya sentimen positif pada Bitcoin, seperti halnya ditetapkan sebagai alat pembayaran sah di negara El Savador.

Sementara itu juga, mata uang kripto Ethereum juga diramalkan bakalan mendapatkan performa terbaiknya di tahun ini, dengan adanya supprot di 4.000 US dolar. Didorong pula oleh kian meluasnya adopsi dari NFT.

McGlone juga ikut menjelaskan bahwa pasokan yang semakin menipis merupakan salah satu atribut utama yang dipunyai oleh kedua aset kripto terbesar ini. Memang benar dengan adanya kelangkaan tersebut dialami oleh pesaing Bitcoin, yakni emas.

Bloomberg pun memaparkan bahwa dolar kripto menjadi salah satu bentuk kemajuan yang begitu signifikannya dari revolusi mata uang digital pada aset kripto.

Kripto dollar ini merupakan jenis dari stablecoin atau pun kripto yang harganya sudah dirancang dengan mematok uang kertas sebagai komoditas perdagangan di dalam bursa. Tether atau USDT, merupakan token dari Ethereum, sebagai contoh untuk kripto dolar atau pun stablecoin yang begitu besar.

Di sisi lainnya, Nils Gregersen selaku pendiri Paycer UG and CTO. Jerman pun kian optomis dengan mata uang Bitcoin yang bakal menyentuk 200.000 US dolar pada tahun 2025.

Sentimen pasar yang cukup positif pada aset mata uang kripto inilah bisa membuatnya menjadi prospek begitu menjanjikan di tahun 2022 ini.

- sponsor -