- sponsor -

Akhir-akhir ini uang cripto sangat populer dan menjadi bahan perbincangan banyak orang. Beberapa orang menambang uang cripto mendapatkan penghasilan yang tinggi. Namun apakah crypto haram?

Untuk menjawabnya, anda bisa mengetahui jawabannya dari para ahli dan lembaga berwenang. Salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI). Majelis Ulama Indonesia memberikan pernyataan resmi tentang keharaman pemakaian uang cripto.

Pengertian haram uang crypto mengandung pengertian yang luas. Dalam arti , bukan hanya pemakaian yang diharamkan tapi juga jika terdapat unsur gharar maka menambang uang crypto pun menjadi haram.

Begitupula menjadikannya sebagai alat investasi ataupun alat pembayaran hingga  mencairkannya ke dalam bentuk mata uang rupiah menjadi haram.

Apakah Crypto Haram?

Apakah Crypto Haram? - Korancrypto.com

Berikut ini beberapa alasan crypto haram, antara lain:

1. Mempunyai unsur gharar

Adapun dasar hukum yang menjadikan mata uang crypto seperti bitcoin menjadi haram adalah mengandung unsur gharar atau penipuan. Sedangkan dalam ajaran agama Islam dilarang jual beli yang mengandung unsur gharar atau penipuan.

Pengertian gharar adalah sebuah transaksi yang dilakukan tak pasti atau samar-samar. Ada kemungkinan untung dan rugi. Syariat telah menetapkan rukun jual beli. Pada transaksi crypto terdapat rukun yang tak terpenuhi. Yang membuat terjadinya ketidakpastan transaksi. Oleh sebab itu, MUI menilai cypro itu haram sebab bisa berujung pada kerugian dari salah satu pihak akibatnya terkandung gharar.

2. Berlawanan dengan peraturan negara

Alasan kedua yang membuat mata uang crypyto haram adalah berlawanan dengan kebijakan pemerintah  yang tertuang  dalam UU No 7 tahun 2011 dan lembaganya Peraturan Bank Indonesia.  Sedangkan umat Islam wajib mengikuti perintah negara demi kemaslahatan umat.

3. Adanya unsur judi

Alalh swt berfirman : “Sesungguhnya minuman keras, mengundi nasib, dan judi adalah najis maka jauhilah perbuatan buruk setan tersebut”.  Dalam hal ini, bisnis dan pemakaian crypto menjadi haram karena mengandung unsur judi atau untung-untungan.  Kemudian jual beli atau investasi crypto tidak memenuhi syarat sebagai sebuah investasi syariah atau transaksi secara islami yang sah terutama dari segi nilai barang yang  tidak pasti dan barang yang tidak wujud keberadaannya  secara fisik.

Pendek kata, haramnya jual beli crypto karena mengandung unsur jual beli haram  dan gharar di dalamnya. Seperti nilai barang yang tak pasti, benda tak berwujud dan menentang hukum agama dan negara.

Dengan keharaman melakukan jual beli crypto tersebut membuat masyarakat  perlu hati-hati ketika berniat bermain crypto dan investasi di dalamnya. Hal itu tentu saja untuk kepentingan diri pribadi, keluarga dan masyarakat untuk mencegah kerusakan akibat perbuatan haram tersebut.

Popularitas cripto di tanah air semakin meningkat pesat akhir-akhir ini. Pengguna crypto di Indonesia semakin bertambah besar. Begitu pula nilai aset kripto. Sejumlah aset kripto yang paling digemari masyarakat Indonesia adalah cardano, ethereum dan bitcoin.

Kripto merupakan mata uang dalam bentuk virtual. Sebagaimana mata uang, kripto dapat dicairkan atau ditarik  ke dalam bentuk mata uang rupiah.  Penarikan setidaknya sebesar Rp 100 ribu. Berdasarkan peraturan terbaru dari Kementerian Perdagangan bahwa crypto seperti Bitcoin dinyatakan legal. Namun kehadirannya tidak bisa dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah.

Beberapa orang di Indonesia dapat menghasilkan aset digital dari crypto hingga uang ratusan juta rupiah dari perdagangan kripto.  Bagi mereka yang melakukan perdagangan kripto memiliki resiko  kerugian besar menjalankan bisnis ini.

Karena krypto mempunyai tingkat fluktuatif sangat tinggi. Kehadiran krypto di Indonesia membuat sebagian ulama berpendapat perdagangan kripto haram. Dan sebagian lagi halal dengan sejumlah hal yang harus terpenuhi syarat jual beli yang sesuai syariat.

- sponsor -