//Apa itu PoW dan PoS ???

Apa itu PoW dan PoS ???

[Total: 0    Average: 0/5]

Ada 2 metode yang digunakan dalam membuat coin crypto, yaitu PoW (Proof of Work) dan PoS (Proof of Stake).

Baik PoW maupun PoS merupakan sebuah bukti bahwa pembuatan koin atau token berdasarkan kerja nyata.

Semuanya dibangun dengan mata uang konvensional sebagai alat untuk membuat peralatan dan perawatan sistem.

Mata uang “real” dikumpul dengan cara ICO (Initial Coin offering) bisa mencapai nilai jutaan dolar. Hasil ini kemudian akan digunakan untuk membuat mata uang digital, berdasarkan dua metode yaitu PoW dan PoS.

Proof of Work (PoW)

Proof of Work adalah algoritma komputer yang digunakan oleh beberapa kripto untuk mencapai kesepakatan. Metode ini awalnya digunakan oleh Bitcoin, Ethereum, Litecoin dan kemudian menyusul koin lainnya.

PoW dirancang untuk menciptakan kesepakatan terdesentralisasi antara node yang berbeda dengan menambahkan blok tertentu ke blockchain.

Seperti Bitcoin yang menggunakan SHA-256, para penambang diminta untuk memecahkan kode matematis yang kompleks untuk menambahkan blok.

PoW merupakan usaha yang sangat panjang sehingga menghasilkan satu data yang sesuai dengan protokol Bitcoin.

Proses ini memakan waktu dan sangat lama dengan konsumsi energi yang besar, Termasuk biaya peralatan komputer yang mahal dan biaya listrik berbulan-bulan, bahkan tahunan.

Proof of Stake (PoS)

PoS adalah metode konsensus alternatif untuk menemukan node yang berbeda untuk mencapai kesepakatan.

Metode ini pertama kali di usulkan oleh pengguna forum Bitcointalk pada tahun 2012. PoS tidak membutuhkan terlalu banyak daya listrik untuk membuat mata uang digital.

PoS mengunakan daya listrik yang lebih sedikit dan lebih ramah lingkungan. Metode ini juga tidak memerlukan keahlian menambang seperti PoW.

Orang awam pun bisa melakukannya dengan mudah, yaitu cukup hanya dengan menyimpan koin di wallet dan di biarkan online.

Dalam metode konsensus PoS ini, jumlah token atau koin yang dimiliki oleh setiap pengguna dianggap sangat penting.

Semakin banyak token atau koin yang di investasikan, maka semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Staking hampir mirip dengan undian, jadi semakin banyak tiket yang disimpan maka semakin besar kemungkinan untuk memenangkan undian.

Proses seleksi “Pseudo-random” yang digunakan dalam metode PoS digunakan untuk memastikan tidak ada tebang pilih, baik antara pemilik coin banyak maupun sedikit.

Faktor yang dinilai adalah secara acak baik secara blok, masternodes dan seleksi berbasis koin.

Beberapa cryptocurrency yang menggunakan metode PoS saat ini adalah Reddcoin (RDD), Bitbean (BTB), dan masih banyak coin lainnya.

PoW vs PoS

Proof of Work dan Proof of Stake memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Tetapi belakangan semakin banyak token atau koin yang dibuat dengan metode PoS yang ramah lingkungan dan hemat biaya operasional.

PoS lebih memfokuskan pada kepemilikan publik, tidak ada istilah yang paling banyak investasi akan mendapatkan bagian besar. Reward yang diperoleh sesuai dengan jumlah kepemilikan koin.

Selain itu, pembuatan PoW seperti Bitcoin sangat menguras daya listrik. Sehingga lokasi penambangan Bitcoin umumnya berada didekat generator listrik yang dibangun sendiri.

Baca Juga : Akuisisi coins.ph Gojek mulai lirik bisnis crypto