- sponsor -

Korancrypto.com – Pada 10 Agustus lalu, isu hangat tentang dusting attack Litecoin ramai dibicarakan dan juga diumumkan secara resmi oleh pihak Binance.

Binance menjelaskan bahwa telah terjadi dusting attack, karena sebanyak 50 alamat litecoin di Binance menerima 0.00000546 LTC.

Jumlah LTC yang diterima ini sangat kecil, sehingga di sebut dengan serangan debu atau dusting attack.

Dikabarkan bahwa, jumlah LTC yang sedikit ini nantinya akan mencatat dan mengikuti transaksi pada wallet yang bercampur dengan transaksi lainnya.

Awal Mula

James Jager, pimpinan proyek Binance Akademi memberikan penjelasan bahwa serangan debu ini merupakan serangan di semua jaringan Litecoin. Lebih dari 300,000 alamat LTC yang teridentifikasi terkena serangan debu ini.

Masalah yang ditakutkan dari serangan debu ini adalah transaksi yang tidak digunakan atau unspent transaction output (UTXO).

Ketika terjadi sebuah transaksi, UTXO akan ikut dibawa, walaupun jumlah UTXO ini tidak di setujui. Nanti UTXO ini yang akan digunakan untuk melacak pergerakan arus pengiriman LTC dari satu dompet ke dompet lainnya.

Sebuah perusahaan domper digital, Samourai Wallet juga ikut serta memberikan tanggapan melalui twitter terkait serangan ini.

Apabila pengguna mendapatkan BTC dalam jumlah kecil, itu berarti kemungkinan pengguna tersebut akan menjadi target dari serangan ini. Samourai juga menyarankan untuk tidak melakukan transaksi terlebih dahulu jika terkena serangan debu ini.

Bagaimana dusting attack bekerja ?

Pertama, peretas akan mengirimkan koin baik itu BTC, LTC maupun yang lainnya dalam jumlah yang sangat kecil.

Karena jumlah yang kecil ini, terkadang pengguna menganggap bahwa ini bukanlah sesuatu hal yang berbahaya.

Penyerang kemudian menunggu pengguna melakukan transaksi yang nantinya akan membawa debu UTXO ini.

Dengan melakukan serangan ini, peretas akan bisa mengetahui arah pergerakan wallet dari pengguna sehingga akan mudah melacak dan membaca apapun yang dilakukan oleh pengguna.

- sponsor -