- sponsor -

Korancrypto.com – Investasi crypto saat ini menjadi pembahasan yang mulai diperbincangkan saat ini, pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh investor baru yaitu, amankan menyimpan aset crypto di dompet exchange ?

Perlu kita ketahui, selama perjalanan tahun 2019 ini, banyak sekali berita tentang exchange yang di hack sehingga mengalami kerugian yang tidak kecil, dimana crypto yang dicuri merupakan crypto para member yang masih berada di dompet exchange.

Berikut Korancrypto akan membahas 4 exchange yang paling rentan di hack selama tahun 2019

  1. CRYPTOPIA
cryptopia

Cryptopia mulai diam dan tidak muncul ke publik setelah terjadi peretasan yang menyebabkan terjadi kerugian yang sangat besar pada 15 Januari lalu.

Menurut penyelidikan pihak berwajib, kerugian yang diderita oleh Cryptopia mencapai $16 juta dollar ( 225 miliar rupiah ).

Sampai saat ini belum diketahui bagaimana Cryptopia bisa di retas, tetapi ditemukan bahwa pada Agustus terlihat Cryptopia melakukan pengumpulan dana pada sebuah dompet. Cryptopia sendiri berusaha bangkit kembali setelah diretas pada bulan Maret, tetapi pada bulan Mei, mereka mengumumkan kebangkrutannya.

  1. DRAGONEX
 DRAGONEX

DragonEX merupakan sebuah exchange berbasis di Singapura dimana dana yang diretas pada 24 Maret lalu. Diperkirakan kerugian mencapai $ 7 juta ( 98 miliar rupiah ).

DragonEX sendiri sampai saat ini belum mengembalikan dana para investor yang diretas, tetapi mereka menyebutkan bahwa sedang mengerjakan “rencana kompensasi awal” yang nanti akan mengganti uang investor yang hilang dengan Tether yang setara dengan Dragon Token.

  1. BITHUMB
Menyimpan crypto di exchange BITTHUMB

Bithumb di incar oleh para peretas pada bulan Maret lalu, dimana para peretas berhasil mencuri EOS senilai $ 13 juta (183 miliar rupiah) dan XRP senilai $6.2 juta (87 miliar rupiah).

Bithumb menyatakan bahwa peretas adalah satu orang karena melihat adanya transaksi penarikan yang mencurigakan dari salah satu dompetnya.

Bithumb sendiri mengklaim bahwa selama kasus peretasan yang terjadi, tidak ada kehilangan dana investor sama sekali.

  1. BINANCE
Menyimpan crypto di exchange Binance

Pada bulan Mei lalu, salah satu exchange terbesar di dunia, BINANCE mengalami peretasan besar-besaran dimana peretas berhasil mencuri 7.000 Bitcoin senilai $40.7 juta (573 miliar rupiah).

Akibat peretasan ini, Binance menutup transaksi deposit dan withdarawal selama seminggu untuk meningkatkan layanan keamanan. Pada peretasan ini pihak Binance berjanji akan mengembalikan semua dana investor yang diretas.

Menyimpan crypto di wallet exchange sepertinya bukan merupakan hal yang cukup menjanjikan untuk para investor crypto, karena rawan terjadi peretasan oleh para peretas, dimana exchanger terbesar di dunia BINANCE juga menderita peretasan ini.

Sumber : Coindesk

- sponsor -