- sponsor -

Mungkin bagi para investor yang baru bergabung dengan cryptocurrency, masih belum tahu bahwa tahun lalu, ada hal mengejutkan dalam dunia kripto. Telah ditemukan, hampir sebanyak 2000 uang kripto mati atau disebut pula dengan dead coin.

Dan angka tersebut sudah naik signifikan sebesar 35% dari tahun sebelumnya. Data tersebut diambil langsung dari laporan Coinopsy.com. Jadi pada bulan Februari 2020, koin kripto yang dinilai sudah mati mencapai 1.440.

Bukannya menyusut, malah akhir tahun justru bertambah hingga mencapai angka 1949 koin. Itu berdasarkan data dari Finansial Express, diambil pada hari Rabu, 13 Oktober 2021. Dengan adanya fakta ini, nasabah memang harus berhati-hati. Apa alasannya?

Sebab 2000 Uang Kripto Dianggap Mati di Pasaran

Korancrypto - Sebab Koin Kripto Dianggap Mati di Pasaran

Sebenarnya para nasabah yang menginvestasikan uangnya di bitcoin, sudah merasa bangga dan senang dengan adanya kenaikan nilai signifikan. Dari pekan lalu, selalu naik dan melonjak terus.

Hal tersebut juga berlanjut sampai hari Selasa Minggu ini. tapi di hari Rabu, 13 Oktober, bitcoin justru malah turun. Lalu, keluar kabar bahwa data dari 2020, ditemukan hampir 2.000 uang kripto mati.

Akhir tahun sudah tercatat 1949 koin yang mati. Itu membuktikan bahwa peminat uang kripto sudah mulai pudar dibandingkan beberapa tahun ke belakang. Tapi apakah Anda tahu tentang dead coin itu sendiri?

Peristiwa koin mati adalah istilah untuk menyebutkan jenis uang kripto yang sudah tidak aktif lagi. apa penyebab, hingga dikatakan jenis kripto tersebut mati?

Ternyata cryptocurrency jenis tertentu digunakan untuk tindak kejahatan, seperti penipuan. Biasanya memang langsung dihentikan peredarannya.Ada pula karena website yang terus menerus tidak aktif. Sehingga nasabah sangat sulit mengakses siklus nilainya.

Masalah nodes atau dompet digitalnya, hingga investor menjadi sulit melakukan investasi.
Likuiditas sudah sangat rendah, hingga ditinggalkan begitu saja oleh para pengembangnya.

Penjelasan mengenai kenapa uang itu ditinggalkan (abandoned), itu karena aktivitas perdagangannya sudah nol atau sudah diabaikan aktivitasnya oleh para investor jenis kripto terkait.

Maka dari itu, sebelum terjun pada cryptocurrency, sebaiknya teliti dulu, mana jenis yang potensial hingga jangka waktu panjang. Sehingga Anda bisa menjauhi jenis kripto yang kurang potensial.

Investor Perlu Berhati-Hati Dalam Berinvestasi di Cryptocurrency

Korancrypto - Investor Perlu Berhati-Hati Dalam Berinvestasi di Cryptocurrency

Anda juga perlu berhati-hati dengan peristiwa dead cat bounce, selain dari dead coin yang sedang dibahas. Dead cat bounce ini merupakan peristiwa kenaikan nilai kripto dalam beberapa hari. Tapi disusul dengan penurunan berkepanjangan.

Jadi, ketika situasi nilai cryptocurrency sedang naik, jangan terus menaikkan nilai investasi. Karena bisa saja mengalami dead cat bounce akan merugikan para investornya.

Sementara itu, dead coin yang kebanyakan sudah tidak muncul lagi di pasaran, menurut Financial Express mencatat, hal tersebut terjadi karena jenis uangnya digunakan untuk menipu. Ada juga dibuat lelucon saja.

Jenis yang hilang karena lelucon, biasanya proyek proyek dibuat tanpa adanya rencana atau konkret. Namun, mereka masih mencari investasi.

Sebenarnya, pada tahun 2017, jenis koin yang hilang telah mendapatkan momentumnya. Pada saat itu, banyak pengusaha hingga pelaku bisnis melakukan initial coin offerings.
Crunchbase juga melaporkan bahwa mereka yang melakukan ICO, berhasil meraup keuntungan hingga 4,9 miliar US dolar dalam waktu satu tahun saja.

Sementara itu, jika merangkum perjalanannya hingga Desember tahun lalu, uang kripto telah ada hampir 8.000 koin. Lalu untuk per 3 Maret 2021, terdapat 9.018 koin kripto termasuk bitcoin dan ethereum.

Mengetahui fakta tersebut, agar investasi dalam uang kripto berhasil. Dan tidak mendapatkan peristiwa dead coin, harus memperhatikan proyek yang dikerjakan hingga prospeknya di masa depan.

- sponsor -